Main Menu

Pameran Industri Farmasi se Asia Tenggara akan Digelar di Kemayoran

Aries Kelana
20-03-2018 17:31

Pemeran industri farmasi se Asia Tenggara.(Dok.GATRA/re1)

Jakarta, Gatra.com – Pemeran industri farmasi se Asia Tenggara kembali digelar di tahun ini. Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2018 akan diadakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada 27-29 Maret mendatang.

 

Sebanyak lebih dari 260 peserta pameran akan hadir menampilkan beberapa produk terbarunya. Dan diiperkirakan lebih dari 5.000 pengunjung profesional industri farmasi akan hadir di situ.

Hal itu diungkapkan Maria Lioe, Event Director PT UBM Pameran Niaga Indonesia, penyelenggara pameran tersebut dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta Pusat, hari ini (20/3/2018). Pameran ini diharapkan sebagai wadah komunikasi yang menyeluruh dan dinamis sesuai perkembangan industri.

Menurutnya, CPhI South East Asia (CPhI SEA) sebagai platform terpercaya untuk memperluas peluang membangun jejaring bagi pemain industri farmasi lokal maupun multinasional. “Dengan dukungan penuh dari GP Farmasi Indonesia dan PMMC (Pharma Materials Management Club), CPhI SEA memasuki tahun ke tujuh pada tahun ini dengan kategori pameran lebih lengkap serta menghadirkan berbagai konferensi dan forum yang diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan industri farmasi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” ujarnya dalam rilisnya yang diterima Gatra.com.

Industri farmasi memang menjadi salah satu prioritas sektor yang ditingkatkan di tahun tahun ini, karena dianggap telah memberikan kontribusi signifikan dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Pada tahun 2017 tercatat industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional tumbuh sebesar 6,85% dan memberikan kontribusi sebesar 0,48%, dengan nilai investasi yang meningkat sebesar 35,65%. Pada tahun yang sama, penambahan investasi di sektor farmasi telah mencapai Rp 5,8 trilyun.

Sementara itu, Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, yang juga hadir dalam acara itu, mengatakan bahwa dengan riset dan proses produksi yang memenuhi standar dan bahan baku herbal adalah alternatif yang diperhitungkan untuk membentuk industri farmasi Indonesia yang inovatif.

Kami memahami bahwa inovasi dan keamanan produk adalah hal terpenting dalam membuat produk jamu berkualitas. Karena itu kami selalu menerapkan cara-cara pembuatan obat tradisional terbaik hingga memperoleh kepercayaan masyarakat dan berkontribusi untuk meningkatkan industri farmasi Indonesia,” katanya.


 

Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
20-03-2018 17:31