Main Menu

Biofarma Lepas Ekspor Vaksin Polio Ke Papua Nugini

Aries Kelana
21-09-2018 20:30

Pelepasan ekspor vaksin polio Biofarma. (Dok: Biofarma/re1)

 

Bandung, Gatra.com -- Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan didampingi Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran lepas ekspor vaksin Polio  untuk pengiriman ke Papua Nugini, Jum’at (21/9). Acara pelepasan itu dihadiri sejumlah wartawan di Bandung.

Ekspor itu menandai penjualan ekspor sampai 2018 bisa mencapai US$71,6 juta. Vaksin yang akan diekspor pada bulan September sampai dengan Desember, terdiri dari vaksin polio, campak, TT, DTP, Td, untuk negara- negara berkembang seperti Pakistan, Afganistan, Sudan, Maroko dan negara lainnya," kata Rahman.

Sri Harsi Teteki menambahkan, pengiriman hari ini merupakan pemenuhan komitmen ekspor bulan September tahun senilai sekitar US$12 Juta dari target tahun 2018 senilai total USD 71,6 juta.

“Hampir setiap minggu kami memiliki kegiatan pengiriman ekspor, masih banyak negara berkembang yang memerlukan vaksin produk Bio Farma," ujarnya seperti dikutip dari rilis yang diterima Gatra.com (21/9).

“Selain produk akhir vaksin yang didistribusikan melalui lembaga Internasional UNICEF, PAHO; kami juga melakukan ekspor dalam bentuk bulk vaksin atau intermediate produk yang nantinya akan di formulasi dan dikemas menjadi produk akhir vaksin. Melalui bilateral dan melalui beberapa produsen vaksin langsung,” sambung Sri.

Beberapa produsen yang membeli bulk antara lain produsen vaksin di India, perusahaan di Belgia, Turki, Mexico, Mesir, Thailand, Filipina, dan beberapa negara lain. Jenis bulk yang diekspor seperti bulk Polio, Tetanus, Difteri, Pertusis, dan campak.

Rahman menambahkan “Kami berupaya memperhatikan aspek kemandirian khususnya untuk bahan baku produk vaksin, Kami terus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) agar tercipta kemandirian produk vaksin nasional, termasuk tantangan kami dalam memasuki negara tujuan ekspor yang memiliki risiko ekonomi, risiko politik dan risiko infrastruktur, apalagi produk vaksin memerukan penanganan khusus dari mulai vaksin dikirim dari pabrik sampai tiba ke pelanggan, harus dengan suhu tertentu”. 


Aries Kelana

Aries Kelana
21-09-2018 20:30