Main Menu

IDI: Rasionalkan Harga Obat

Tian Arief
21-10-2011 12:33

Pekanbaru - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah untuk merasionalkan harga obat dan mencantumkan logo generik pada obat bermerk, sehingga masyarakat umum tahu jenis obat itu.

"Kita ingin mendorong pemerintah untuk bisa merasionalkan harga obat-obatan di Tanah Air agar masyarakat juga lebih mudah menentukan pilihannya ketika membutuhkan obat," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo, di Pekanbaru, Jumat (21/10).

Menurutnya, hal terebut bertujuan memudahkan semua pihak dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

"Tujuan itu sesuai dengan tema Mukernas IDI, yakni reaktualisasi profesonalisme dokter menuju pelayanan kesehatan yang berkeadilan," katanya.

Jadi, kata dia, semuanya harus diperbaiki untuk menciptakan kesehatan berkeadilan, dan dalam hal ini peran pemerintah sangat penting untuk mendukung IDI.

Dalam Mukernas XIX IDI, selain meminta pemerintah untuk merasionalkan harga obat, IDI juga ingin mendorong pemerintah dan DPR segera mensahkan RUU BPJS dengan pelaksanaan UU SJSN, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkeadilan.

"Selain itu, juga mendorong pemerintah agar mendistribusikan dokter ke daerah-daerah terpencil dengan memberikan insentif serta penghargaan yang layak," katanya.

Dengan program seperti ini, kata dia, maka masyarakat di daerah terpencil juga akan mendapatkan pelayanan yang layak. "Itu yang kita harapkan," katanya.

Selanjutnya, menurut dia, IDI juga berharap kepada pemerintah agar memberikan jasa medik yang rasional bagi dokter sesuai standar yang ditentukan IDI, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa optimal.

"Yang pasti, kita harus mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkeadilan bagi masyarakat, peningkatan profesionalisme dokter Indonesia, dan reposisi serta optimalisasi peran IDI dalam penentuan kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia," kata Prijo Sidipratomo. [TMA, Ant]

 

Tian Arief
21-10-2011 12:33