Main Menu

Awas! Tingkat Pemalsuan Obat dan Komestik Mencapai 45%

didi
26-02-2014 16:07

Jakarta, GATRAnews - Tingkat peredaran obat palsu dan komestik palsu di Indonesia ternyata masih sangat tinggi. Riset yang dilakukan Victory Project di berbagai wilayah meliputi Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang dan Medan, dengan sildenafil sebagai sampel obat yang dibeli menunjukan tingkat pemalsuan mencapai 45% dari 518 tablet yang diperoleh dari 157 outlet. "Dari 157 outlet yang dilibatkan dalam survey merupakan apotek (umum, jaringan dan rumah sakit), toko obat, penjual di pinggir jalan (khusus di Jakarta dan Surabaya), serta tiga situs yang menawarkan pembelian secara online," kata Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), Widyaretna Buenasti di Jakarta, Rabu (26/2).

 

Hasil ini dinilai membahayakan karena obat palsu selain mengakibatkan pasien tidak kunjung sembuh, dalam kondisi ekstrim obat palsu dapat menimbulkan kematian. Dengan kondisi tersebut, masyarakat dihimbau perlu waspada, sebab obat palsu yang beredar memiliki bentuk fisik benar-benar mirip dengan yang asli, namun memiliki harga relatif lebih murah. "Untuk komestik sendiri saat ini masih diperjual belikan di kios-kios sentra perdagangan, baik tradisional maupun modern," tambahnya.

 

Melihat hal itu, MIAP kembali melakukan sosialisasi mengenai dampak yang disebabkan oleh penggunaan produk palsu, dengan meluncurkan kompetisi pembuatan iklan layanan masyarakat tentang bahaya obat dan komestik palsu. Kegiatan ini didukung oleh Kementrian Kesehatan RI, Kementrian Perdagangan RI, BPOM RI dan Kedutaan Besar Amerika Serikat. "Program ini bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk turut peduli terhadap dampak produk palsu melalui tindakan nyata," pungkasnya. (*/DKu)

 

didi
26-02-2014 16:07