Main Menu

Mengoptimalkan Unggulan RS Jantung Harapan Kita

Nur Hidayat
05-11-2012 02:00

Jakarta, GATRAnews - Jumlah penderita penyakit jantung terus bertambah. Tidak hanya orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Sementara itu kini penyakit utama ini juga semakin kompleks, sehingga membutuhkan teknologi yang makin canggih pula.

 

Nah ini menjadi tantangan bagi Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK). Menjelang hari ulang tahunnya ke-27, rumah sakit tersebut kini terus menggenjot dengan berbagai keunggulan. Menurut Direktur Utama Harapan Kita, Dokter Hananto Andriantoro, ada tiga unggulan. “Tiga unggulan ini yang akan kami kembangkan,” ujarnya kepada Gatranews.com di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Senen (5/11).

 

Pertama, di bidang aorta. Aorta adalah pembuluh darah besar dari jantung yang mengarah ke toraks (dada) hingga abdomen (perut). Kini pihaknya tengah mengembangkan terapi thorac endo vascular aortic repair (TEVAR) untuk toraks dan endo vascular aortic repair (EVAR) untuk abdomen.

 

Terapi ini untuk mengatasi pembuluh darah aorta di dua tempat itu yang membengkak seperti gelembung, atau yang dikenal aneurisma aorta. Dinding pembuluh darah robek.“ Pembuluh darahnya membesar. Jika dibiarkan bisa pecah,” imbuhnya.

 

Nah teknologi baru yang bakal diterapkan adalah dengan memasang sten khusus untuk menormalkan pembuluh darah aorta. Pasien cuma dibius lokal. Sten khusus juga terdapat penutup untuk memampatkan dinding pembuluh darah yang robek. Teknologi tersebut direncanakan diperagakan pada saat HUT RSJPDHK, 9 November nanti.Peralatan baru ini memang terbilang mahal, yaitu sekitar Rp 130 juta.

 

“Tetapi ini tak berarti dibandingkan dengan nyawa yang bisa diselamatkan,” ujar Hananto. Terapi aorta menjadi unggulan lantaran pasiennya cukup banyak. Sejauh ini sebanyak 100 pasien sudah ditangani tim dokter dari RSJHK.

 

Unggulan kedua adalah aritmia, yaitu gangguan irama jantung akibat aliran listrik yang tidak pada tempatnya. Nah, RSJPDHK sudah mempraktekkan terapi ablasi dengan gelombang radiofrekuensi. Unggulan terakhir di bidang jantung anak.

 

Tim bedah RSJPDHK sudah mengembangkan terapi, antara lain, berupa sten balon untuk mengatasi bocornya dinding pembatas serambi kanan dan kiri jantung. “Pasien tak perlu lagi dibedah dadanya,” kata Hananto yang juga dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di rumah sakit tersebut.

 

Selain mengembangkan ketiga unggulan tadi, pihak RSJPD pun menjalinkan kerjasama dalam bentuk sister hospital dengan beberapa rumah sakit di luar negeri, antara lain Seoul National University Hospital (Korea Selatan), Institut Jantung Nasional (Malaysia), dan Long Island Vascular Institute (Amerika Serikat).

 

Pihaknya juga mengirimkan beberapa dokter untuk menambah ilmu terbarunya di luar negeri. Ditambah lagi, kini RSJDPHK menjadi pusat jantung nasional rujukan bagi 12 rumah sakit (RS) umum daerah, seperti RS Hasan Sadikin (Bandung), RS Adam Malik (Medan) hingga RS Wahidin (Makasar). “Rencananya pada April tahun depan, RS Zainal Abidin akan menjadi rujukan juga. Peralatan jantungnya sudah modern,” imbuh Hananto. (ARK)

Nur Hidayat
05-11-2012 02:00