Main Menu

Peneliti Amerika Temukan Jawaban Mengapa Alkohol Merusak jantung

Aries Kelana
19-09-2016 14:54

Minum alkohol (AFP Photo/yus4)

Jakarta, GATRANews - Sudah berkali-kali orang dilarang minum alkohol, apalagi minum setiap hari, tetapi tetap saja angka peminum alkohol tak berkurang. Mereka seperti tak perduli atau mungkin tidak percaya kalau alkohol bisa merusak jantung. Kini mereka setidaknya mulai memahami, itu setelah tim peneliti di American Heart Association, Amerika Serikat memperingatkan lagi seberapa besar risiko alkohol terhadap jantung. Denyut jantung bisa tak beraturan dan alirand arah menjadi tidak lancar.

 

Dalam penelitian yang dimuat di Journal of American Heart Association, terbaru, para peneliti merekrut 5.220 peserta Amerika dari usia rata-rata 56. Selama enam tahun, masing-masing peserta menjalani electrocardiograms (EKG), alat pemindai aktivitas listrik jantung untuk mengungkapkan kelainan jantung. Selain itu, peneliti menyurvei peserta untuk mengetahui berapa banyak alkohol yang mereka konsumsi secara teratur.

Dari hasil studi tersebut, terungkap bahwa mereka yang mienenggak alkohol biasa setiap hari - bahkan jika itu hanya satu gelap - berada pada risiko tertinggi untuk menderita fibrilasi atrium, sejenis penyakit gangguan irama jantung. Penyakit ini biasanya disebabkan penggumpalan darah dan berisiko terkena stroke.

"Studi kami menunjukkan bukti, orang yang mengonsumsi alkohol setiap hari jangka panjang dapat menyebabkan perkembangan gangguan irama jantung yang sangat umum ini," kata penulis senior studi tersebut Prof. Dr. Gregory Marcus, dari University of California di San Francisco. "Kami agak terkejut bahwa jumlah yang relatif kecil alkohol dikaitkan dengan atrium kiri membesar dan mengalami fibrilasi atrium."

Untuk setiap satu minuman alkohol yang diminum tidak hanya dapat meningkatkan risiko mengembangkan fibrilasi atrium sebesar 5%, melainkan juga pembesaran serambi kiri jantung sebanyak 75%. Sementara itu, hidup dengan kelainan jantung ini sangat meningkatkan risiko kondisi lain, seperti tekanan darah tinggi, dan stroke.

Pada akhirnya, studi tersebut menggandakan risiko seseorang terhadap kematian yang terkait jantung. Para peneliti berencana untuk terus mengeksplorasi kaitanlain apa saja, sehingga bisa diketahui hal-hal yang dapat mengurangi risiko kelainan jantung. "Ini bukan satu ukuran cocok untuk semua ketika datang ke efek alkohol dan kesehatan jantung," kata Marcus seperti dikutip situs medicaldaily.com (17/9/2016).


Editor: Aries Kelana

Aries Kelana
19-09-2016 14:54