Main Menu

Kurang Gerak Bisa Sebabkan Penyakit Tidak Menular

Tian Arief
05-10-2016 14:15

Ilustrasi (Gatra/Rifki M.Irsyad/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Kurangnya aktivitas fisik bisa menyebabkan masyarakat usia produktif banyak yang menderita penyakit tidak menular, seperti stroke, jantung, hipertensi, kolesterol. Penyakit tersebut tidak lagi menyasar kepada para manula (manusia lanjut usia), melainkan sudah menyasar kepada mereka yang berusia 25 hingga 55 tahun.

Jika pada periode 1990, pola kematian akibat penyakit tidak menular sebanyak 37%, maka pada 2015 meningkat menjadi 57%. "Kurang aktivitas fisik menjadi salah satu penyebab penyakit tidak menular. Persentasenya sekitar 26,1%," kata drg Kartini Rustandi, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan (Kemenkes), di Jakarta, Rabu (5/10).

Selain kurangnya aktivitas fisik, penyebab lainnya adalah merokok (36,3%), minuman beralkohol (4,5%), dan kurangnya konsumsi buah dan sayur (93,5%).

Kartini menjelaskan, sebanyak delapan dari 10 orang Indonesia kurang aktivitas fisik. Akibatnya tingkat obesitas Indonesia berada di nomor 10 dunia. Begitu juga kurangnya konsumsi buah dan sayur membuat satu dari tiga anak balita di Tanah Air mengalami stunting.

"Aktivitas fisik merupakan suatu gerakan tubuh yang mengeluarkan energi," tambah dia.

Untuk itu perlu dibangun gaya hidup sehat. Kemenkes sudah meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang bertujuan untuk membangun pola hidup sehat.

Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, perlu ada perubahan pola pikir untuk mengubah gaya hidup masyarakat. "Aktivitas fisik tidak perlu harus ke tempat olahraga, tetapi bisa juga melalui kegiatan sehari-hari di rumah seperti mencuci, mengepel dan sebagainya," kata Giwo, seperti dikutip Antara.

Aktivitas fisik bermanfaat meningkatkan keseimbangan, mengoptimalkan tumbuh kembang, mengurangi risiko kematian dini, meningkatkan kerja otot jantung dan paru. Aktivitas fisik juga bermanfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh, mengendalikan stress, mengurangi kecemasan dan depresi.

Mereka yang sering melakukan aktivitas fisik, otot, tulang dan sendinya akan kuat dan fleksibel. Aktivitas fisik juga memberi manfaat dalam penurunan risiko tekanan darah tinggi.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
05-10-2016 14:15