Main Menu

Makan Cabai Merah Pedas Bikin Panjang Umur

Rohmat Haryadi
14-01-2017 16:18

Cabai pedas bikin panjang umur (Geoff Robinson/MMP Cambridge) Jakarta GATRAnews - Suka makanan pedas? Jika demikian, Anda mungkin hidup lebih lama. Demikian hasil riset peneliti di Larner College of Medicine di University of Vermont, Amerika. Mereka menemukan bahwa konsumsi cabai merah pedas berkaitan dengan penurunan 13 persen pada total angka kematian. Terutama kematian akibat penyakit jantung atau stroke. Studi ini dipublikasikan di PLoS ONE, Januari ini.


Selama berabad-abad, paprika dan rempah-rempah telah dianggap bermanfaat dalam pengobatan penyakit. Penelitian di Cina pada 2015, telah meneliti makan cabai dan hubungannya dengan kematian. Studi baru ini menguatkan temuan penelitian di Cina itu.

Menggunakan Survei Uji Gizi dan Kesehatan Nasional (NHANES) Data III yang dikumpulkan lebih dari 16.000 orang Amerika selama 23 tahun, mahasiswa kedokteran Mustafa Chopan, dan Profesor Kedokteran Benjamin Littenberg, meneliti karakteristik dasar dari peserta sesuai konsumsi cabai merah pedas. Mereka menemukan bahwa konsumen cabai merah pedas cenderung lebih muda, laki-laki, putih, Meksiko-Amerika, menikah, merokok, minum alkohol, dan mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan daging...

Lebih rendah HDL-kolesterol, pendapatan rendah , dan pendidikan kurang, dibandingkan dengan peserta yang tidak mengonsumsi cabai merah. Mereka memeriksa data lebih lanjut pada 18,9 tahun, dan mengamati jumlah kematian dan kemudian menganalisa penyebab spesifik kematian. "Mekanisme paprika bisa menunda kematian. Capsaicin (komponen utama dalam cabai), mungkin bertanggung jawab untuk diamati hubungannya, "kata penulis studi.

Ada beberapa penjelasan Chopan dan Littenberg, manfaat kesehatan dari cabai merah. Diantaranya, fakta bahwa capsaicin diyakini berperan dalam mekanisme seluler dan molekuler yang mencegah obesitas dan memodulasi aliran darah koroner. Dia juga memiliki sifat antimikroba yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi tuan rumah dengan mengubah mikrobiota usus.

"Penelitian kami menambah generalisasi dari temuan sebelumnya, cabai - atau makanan pedas - dapat menjadi rekomendasi diet dan bahan penelitian lebih lanjut dalam bentuk uji klinis," kata Chopan.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
14-01-2017 16:18