Main Menu

InaSH 2017: Penderita Hipertensi Wanita Makin Meningkat!

Nur Hidayat
23-02-2017 17:37

Para pakar hipertensi dalam rangka pertemuan InaSH ke-11 (GATRAnews/Nur Hidayat)

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah pakar dan dokter penyakit hipertensi yang tergabung dalam Indonesian Society of Hypertension (InaSH) menyatakan Indonesia perlu waspada karena semakin meningkatnya jumlah penderita hipertensi, terutama yang menyerang kaum wanita. "Hipertensi pada wanita sering dianggap kurang penting dan tidak terdiagnosa dengan baik. Pada kenyataannya hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya ganggguan jantung, gangguan ginjal, stroke, demensia bahkan kematian," tutur dr Arieska Ann Soenarta, SpJP(K), FIHA, FAsCC pakar senior hipertensi yang juga salah satu pendiri InaSH, di Sekretariat InaSH, Jalan Danau Diatas, Jakarta, Kamis (23/2).

[column_item col="3"]

Baca juga: Pakar Hipertensi Laksanakan Pertemuan Ilmiah InaSH Ke-11

Baca juga: Polusi Udara dan Kebisingan Lalu Lintas Memicu Hipertensi

Baca juga: Waspada! 1 dari 3 Warga Indonesia Kena Hipertensi[/column_item]Maklum saja, hingga saat ini, hipertensi masih merupakan tantangan besar di Indonesia. Padahal, boleh dibilang, hipertensi merupakan awal dari beragam penyakit yang lebih berat, karena merusak berbagai organ vital. Namun sayangnya, pengetahuan masyarakat dan petugas kesehatan di seluruh Indonesia tentang hipertensi tercatat masih rendah dengan jumlah kasus yang tidak terdiagnosa dan jumlah pasien yang tidak mendapat terapi yang memadai masih tinggi.

Sebab itulah dalam rangka pertemuan ilmiah tahunan InaSH ke-11, para pakar hipertensi juga menekankan masalah kesadaran (awareness) masyarakat akan penyakit ini. Pertemuan InaSH ke-11 dilaksanakan di Sheraton Jakarta Gandaria City Hotel pada 24-26 Februari 2017.

Ann kemudian memaparkan data, pada usia 65 tahun ke atas, prevalensi hipertensi pada wanita adalah 28.8, lebih tinggi dibandingkan laki-laki dengan prevalensi 22.8 (Riskesdas 2013). Walaupun data lainnya menyebutkan, selain faktor hormonal, didapati bahwa angka perkiraan hidup (life expectancy) wanita lebih tinggi dari pria.

“Hipertensi merupakan faktor risiko terpenting dalam penyebab terjadinya penyakit Kardio-Cerebro-Vascular (KCV). Kematian di dunia sebagian besar disebabkan oleh penyakit KCV, baik pada pria maupun wanita. Dalam kurun waktu antara tahun 2000-2025 diperkirakan akan terjadi peningkatan prevalensi sebanyak 9% pada pria dan 13% pada wanita," kata Ann.

Sebab itulah, para pembicara lainnya wanti-wanti agar masyarakat lebih memperhatikan gejala hipertensi. Betapa tidak, dampak yang ditimbulkannya dapat merembet pada organ lain. Misalnya terjadi gangguan jantung, serangan stroke, ginjal dan demensia. "Kerusakan ginjal akibat hipertensi, misalnya, sangat ditentukan oleh tingginya angka tekanan darah sehingga dinding pembuluh darah di ginjal menebal dan kaku yang disebut nephrosclerosis," tutur ahli ginjal hipertensi dr Tunggul D Situmorang, SpPD- KGH, yang juga menjadi Wakil Ketua InaSH.



Karena itu, lanjut Tunggul, pengendalian tekanan darah yang baik harus dilakukan hingga mencapai target yang ditentukan. Kerusakan ginjal akibat hipertensi setidaknya dapat diperlambat sehingga terhindar dari gagal ginjal tahap akhir yang membutuhkan dialisis (cuci darah).

Tak hanya itu, hipertensi ujung-ujungnya juga berdampak pada penurunan fungsi otak seperti demensia. Lagi-lagi, menurut penelitian yang ada, resiko wanita terkena demensia lebih tinggi dibanding pria. "Penelitian yang dilakukan di Yogjakarta pada Desember 2015-Januari 2016 menunjukkan bahwa wanita yang terkena stroke kemungkinan mengalami demensia sebanyak 7 kali lipat, dibandingkan dengan pria yang hanya 4 kali lipat,” kata Dr dr Yuda Turana, SpS, Ketua InaSH.

Karena itu, menurut Yuda, masyarakat perlu mewaspadai hipertensi karena merupakan hulu dari timbulnya penyakit-penyakit yang lebih berat. Serangan stroke, misalnya, memang sering disebut sebagai silent killer. "Tapi penyakit itu merupakan ujungnya saja. Awalnya adalah gejala hipertensi yang tidak dirawat," kata Yuda.


Reporter: Nur Hidayat

Nur Hidayat
23-02-2017 17:37