Main Menu

Alat Penangkal Serangan Jantung Dini Dirilis

Edward Luhukay
25-03-2013 00:00

Peluncuran EPI ECG Genggam (GATRAnews/Edward Luhukay)Jakarta, GATRAnews - EPI ECG Genggam, sebuah alat penangkal serangan jantung dini, yang diklaim memiliki tingkat akurasi hingga 98%, dirilis secara resmi ke pasar. Alat portabel asal Singapura penangkal penyakit yang kerap dilabeli silent killer ini, sebagaimana dikatakan dr Sonny Nugroho dari Yayasan Jantung Indonesia, telah diuji di berbagai negara di Eropa.

Melalui siaran persnya yang diterima GATRAnews, Senin (25/3), EPI ECG Genggam diklaim lebih mendekatkan hubungan dokter dengan pasien dalam memonitor jantung ataupun sebagai pengganti holter konvensional. ECG sendiri sangat berguna untuk deteksi dini dari denyut jantung yang tidak normal dan hal-hal yang memicu serangan jantung.

"Alat ECG genggam mudah dan nyaman digunakan dalam memonitor kondisi jantung Anda, di mana saja, dan kapan saja," demikian isi siaran pers tersebut.

"Dengan kehadiran alat yang mempunyai tingkat respon yang sangat tinggi itu, diharapkan menjadi tittik awal penanggulangan penyakit jantung di Indonesia. Menimbang, selama ini penyakit jantung lebih sering terjadi pada penduduk Indonesia usia potensial," kata Aris Daryono, mewakili PT. Mandiri Makmur Mahardika sebagai agen tunggal distributor alat ini, seperti dilansir situs koran Suara Merdeka.

Sementara, dr Santoso Karo karo SpJP berpendapat, EPI ECG Genggam memiliki tingkat akurasi 98% dibandingkan dengan 12 lead ECG konvensional. EPI Life merupakan ECG Genggam multi-lead, single-channel, yang dapat merekam tiga limb leads, dan enam chest leads satu per satu.

EPI ECG Genggam, lanjutnya, juga mengintegrasikan fungsi telepon genggam untuk kenyamanan pelanggan.

Santoso, yang mewakili Perhimpunan Kardiologi Indonesia mengungkapkan, pihaknya telah melatih ribuan dokter untuk menangani orang berpenyakit jantung. Menurutnya, para penderita jantung berusia 40 tahun di Indonesia, sudah semakin sering terjadi. "Bahkan ada yang terkena jantung pada usia 30 dan 20 tahun," katanya.

Seraya berpromosi Santoso menyatakan, "dengan adanya alat ini, sangat membantu penanggulangan serangan jantung dini." (EL) {jcomments on}

Edward Luhukay
25-03-2013 00:00