Main Menu

Bicara di Depan Publik dan Kantong Kempes Memicu Wanita Lebih Berisiko Terkena Serangan Jantung

Rohmat Haryadi
20-02-2018 13:55

Ilustrasi serangan jantung pada wanita. (Shutterstock/FT02)

Atlanta Gatra.com -- Sebuah penelitian baru memperingatkan, wanita dua kali lebih mungkin mengembangkan komplikasi serangan jantung fatal dibandingkan pria. Studi tersebut menemukan bahwa stres mental seperti berbicara di depan umum lebih cenderung menyebabkan iskemia miokard, aliran darah yang tidak memadai ke otot jantung. Karena itu wanita muda lebih mudah yang mengalami serangan jantung dibandingkan dengan rekan pria mereka.


Penelitian baru, yang diterbitkan 19 Februari, di American Heart Association, menawarkan bukti yang lebih jelas daripada sebelumnya bahwa wanita mungkin memerlukan perawatan intensif setelah kejadian serangan jantung dibandingkan pria. Dan stres mental dapat mempengaruhi jantung perempuan lebih signifikan.

"Besarnya perbedaan iskemia antara wanita dan pria meskipun ada kesamaan dalam faktor risiko, dan kecenderungan obstruksi (penyumbatan) koroner yang kurang parah di kalangan wanita [mengejutkan saya]," kata Dr. Viola Vaccarino, profesor kedokteran di Emory University yang memimpin penelitian baru tersebut pada Daily Mail Online.

Iskemia miokard yang didefinisikan sebagai aliran darah yang lemah ke otot jantung mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke jantung, bisa disebabkan penyumbatan sebagian atau keseluruhan arteri jantung. Untuk penelitian tersebut, periset yang dipimpin Dr. Vaccarino, mengumpulkan data dari 150 wanita dan 156 pria berusia di bawah 61 tahun yang dirawat di rumah sakit karena serangan jantung, dan 112 pria dan wanita yang tidak menderita serangan jantung.

Di antara korban serangan jantung, tingkat keparahan klinis cenderung lebih rendah pada wanita. Mereka mengukur seberapa baik fungsi pembuluh darah para partisipan saat istirahat dan 30 menit setelah stres mental yang disebabkan tugas berbicara di depan umum yang meminta subjek membayangkan situasi stres yang nyata, di mana seorang kerabat dekat dianiaya di sebuah panti jompo dan ditanya untuk membuat sebuah cerita realistis seputar skenario ini.

Mereka menemukan bahwa korban serangan jantung pada wanita muda memiliki risiko dua kali mengalami iskemia miokard yang disebabkan tekanan mental. Ada peningkatan kondisi yang serupa akibat stres konvensional seperti olahraga atau narkoba. Wanita lebih cenderung menderita gejala serangan jantung yang mudah daripada pria, termasuk sesak napas dan mual. "Temuan ini diamati terlepas dari kenyataan bahwa wanita memiliki penyakit arteri koroner yang kurang obstruktif daripada pria," tulis para peneliti.

Peneliti juga menemukan bahwa stres mental berkaitan dengan disfungsi mikrovaskular, nyeri dada saat otot jantung tidak mendapatkan cukup darah. Dan vasokonstriksi perifer, penyempitan pembuluh darah di kalangan wanita, tetapi tidak terjadi pada pria. Menurut Dr Vaccarino, temuan tersebut menunjukkan bahwa wanita rentan terhadap iskemia karena 'kelainan mikrosirkulasi', atau sirkulasi darah ke pembuluh darah kecil.

"Saya percaya ini terutama karena [wanita] memiliki kecenderungan untuk mengembangkan penyempitan pembuluh darah perifer kecil dan koroner, yang merupakan mekanisme di mana tekanan emosional dapat mempengaruhi risiko kardiovaskular," katanya kepada Daily Mail Online.

Ini bukan studi pertama yang menemukan wanita lebih cenderung mengalami komplikasi akibat akibat stres daripada pria. Sebuah penelitian tahun 2017 yang dipublikasikan di Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology, menemukan bahwa wanita dengan pengalaman penyakit jantung mengurangi suplai darah ke organ saat mendapat tekanan stres.

Selanjutnya, sebuah studi tahun 2016 dari Universitas Cambridge menemukan stres, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko iskemia pada wanita, dua kali lebih mungkin terjadi pada wanita daripada pria. "Banyak [wanita] memiliki pekerjaan penuh waktu dan pada saat yang sama memiliki banyak tanggung jawab di rumah," Dr Vaccarino menjelaskan.

"Banyak menghadapi kesulitan keuangan, dan depresi dan kecemasan juga umum terjadi pada kelompok ini," katanya. Jadi tidak punya duit juga lebih memicu iskemia miokard pada wanita daripada pria. Iskemia miokard dapat merusak otot jantung, mengurangi kemampuannya memompa secara efisien. Penyumbatan arteri koroner yang tiba-tiba dan parah bisa menyebabkan serangan jantung.

Gejala kondisi meliputi tekanan dada atau nyeri, biasanya di sisi kiri tubuh (angina pectoris). Tanda dan gejala lain termasuk nyeri leher atau rahang, nyeri bahu atau lengan, sesak napas, mual dan muntah, berkeringat dan kelelahan. Dr Vaccarino mengatakan temuan tersebut mengungkapkan bagaimana paparan stres memainkan peran penting dalam risiko jantung perempuan, dan dia berharap ini akan memberi perhatian pada peran yang dimainkannya untuk mengembangkan masalah pada wanita.

"Penting bagi mereka untuk menemukan waktu untuk bersantai dan berolahraga. Dalam beberapa kasus, konseling psikologis juga bisa membantu," dia menambahkan.


EditoR: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
20-02-2018 13:55