Main Menu

Ingin Terhindar Kematian Akibat Penyakit Jantung? Coba Konsumsi Vitamin D

Aries Kelana
03-03-2018 21:05

Ilustrasi. (Shutterstock/FT02)

Artikel Terkait

Bergen, Gatra.com -- Vitamin D tidak hanya berperan menjaga kesehatan tulang. Penelitian teranyar yang digarap Profesor Jutta Dierkes, dari Departemen Pengobatan Klinis pada University of Bergen, Norwegia, menunjukkan vitamin ini juga melindungi pasien penyakit kardiovaskular dari risiko kematian. Penyakit jantung termasuk di dalamnya.

Dalam situs medicalnewstoday.com  (3/3/3018), ia mengatakan bahwa vitamin D menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Seperti diketahui, penyakit ini merupakan pembunuh utama di Amerika Serikat dan Indonesia.  Di negeri Paman Sam, penyakit jantung  bertanggung jawab atas sekitar 610.000 kematian di negara tersebut setiap tahun.

Ucapan itu diutarakan setelah Profesor Dierkes dan koleganya menganalisis sampel darah 4.114 orang dewasa yang telah menduga angina pektoris, yaitu nyeri dada akibat penyakit jantung koroner. Mereka rata-rata -rata berusia 62 tahun pada awal penelitian, Kesehatan mereka dipantai selama 12 tahun.

Tim peneliti memeriksa  sampel darah relawan tadi untuk melihat kadar 25-hydroxyvitamin D3, atau 25 (OH) D, yang merupakan bentuk utama sirkulasi vitamin D. Selama masa pemantauan tadi, dijumpai adanya  895 kematian. Dari jumlah tersebut, 407 berhubungan dengan penyakit kardiovaskular.

Seseorang yang memiliki kadar (OH) D 50-125 nanomol per liter (nmol  l) dikategorikan sebagai sehat, tapi itu untuk mengukur kesehatan tulang.

Namun, dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa konsentrasi 25 (OH) D optimal untuk risiko kematian adalah 42-100 nmol / l. Konsentrasi yang lebih rendah dari 42 nmol / l dan lebih tinggi dari 100 nmol / l dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi.

Faktanya, para periset menemukan bahwa peserta dengan konsentrasi 25 (OH) D optimal 30 % lebih kecil kemungkinannya meninggal karena penyakit kardiovaskular. “Jumlah vitamin D yang tepat mengurangi risiko kematian secara substansial, namun terlalu banyak atau terlalu sedikit meningkatkan risikonya,”  kata Dierkes.

Dierkes merekomendasikan agar semua orang dengan penyakit kardiovaskular memeriksakan darahnya untuk mengecek kadar vtamin D. Jika kadar di bawah normal, suplementasi vitamin D mungkin diperlukan.


Editor: Aries Kelana

Aries Kelana
03-03-2018 21:05