Main Menu

Tes Darah Memprediksi Serangan Jantung Kedua Dikembangkan Oleh Peneliti Australia

Aries Kelana
09-09-2018 22:23

Ilustrasi tes darah (Reuters/yus4)

Melbourne, Gatra.com – Tes darah yang cepat dan mudah mendeteksi apakah seseorang berisiko terkena serangan jantung sekunder sedang dikembangkan oleh para ilmuwan di Baker Heart and Diabetes Institute, Melbourne, Australia.

 

Ketua tim peneliti di lembaga tersebut, Profesor Peter Meikle telah mengidentifikasi biomarker lipid (lemak dalam darah) yang memperbaiki faktor risiko dalam memprediksi penyakit jantung dan stroke.

Dalam situs sciencedaily.com (7/9/2018), ia mengatakan tes darah baru ini tengah diusulkan untuk diujicobakan di Australia selama 2-3 tahun ke depan sebagai bagian dari program kesehatan presisi pribadi yang lebih luas. Jika sudah terbukti, seorang dokter umum pun akan dapat menggunakan peralatan tersebut untuk lebih menilai risiko pasien mengembangkan penyakit jantung.

Tes ini dikembangkan setelah sebuah penelitian mengamati 10.000 sampel untuk menemukan penanda bio yang akan menentukan apakah seseorang berisiko mengalami serangan jantung lain.

Tes tersebut akan menjadi tes darah sederhana, mirip dengan proses dan biaya tes kolesterol, dan dapat dioperasikan dari laboratorium patologi rumah sakit yang relatif tidak terlalu lengkap.

Tes karya penelit akan menggunakan hingga 10 penanda lipid untuk mendiagnosis penyakit jantung dengan lebih baik. Ini adalah waktu yang tidak hanya menantang, namun sangat menarik juga. "Kami secara efektif memiliki informasi dan sedang dalam proses menyempurnakan teknologi," kata Meikle.

Para peneliti berharap untuk mengidentifikasi orang-orang yang paling berisiko terkena serangan jantung kedua, sehingga kesehatan mereka dapat dimonitor dan diperlakukan dengan tepat.

"Meskipun ada ribuan lipid dalam darah, tantangan kami adalah mengidentifikasi yang mana yang terbaik memprediksi hasil penyakit."


Aries Kelana

 

Aries Kelana
09-09-2018 22:23