Main Menu

Detak Jantung Tak Beraturan? Siapa Tahu Kena Fibrilasi Atrium

Aries Kelana
21-09-2018 11:24

Ilustrasi jantung (Istimewa/yus4)

Jakarta, Gatra.com -- Banyak ragam seseorang mengalami penyakit jantung. Salah satunya, fibrilasi atrium (FA). Penyakit ini lumayan banyak penderitanya baik di dunia maupun Indonesia. “Prevalensi FA meningkat di Asia, diperkirakan sekitar 72 juta orang menderita FA di tahun 2050, kata dr. Daniel Tanubudi, SpJP(K), kardiolog yang berpraktek di Eka Hospital.

 

“Di Indonesia akan terjadi peningkatan populasi usia lanjut yaitu dari 7,74% (tahun 2000) menjadi 28,68% di tahun 2050,” katanya dalam rilis yang diterima Gatra.com, Jumat (20/9). FA lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan wanita. Di Indonesia,37% pasien FA berusia kurang dari 75 tahun.

FA tak bisa dianggap enteng, lantaran bisa menyebabkan stroke. Ini terjadi karena FA menimbulkan bekuan darah di jantung yang bila lepas ke pembuluh darah ke otak dapat mengakibatkan stroke.

Menurut Framingham Heart Study, yang melibatkan lebih dari 5.000 pasien. FA berpeluang meningkatkan risiko stroke iskemik (bekuan darah) sebanyak 5 kali.

Maka, kata Daniel, sebelum terkena stroke, kenali faktor risiko FA. Antara lain, kelainan tiroid, gangguan tidur, konsumsi minuman beralkohol berlebih, punya riwayat penyakit kardiovaskular, dan berjenis kelamin pria. Selain itu juga kenali gejalanya, di antaranya detak jantung tak beraturan atau tak reguler. Ini bisa terbaca lewat pemindaian dengan elektrokardiogram.


Aries Kelana

Aries Kelana
21-09-2018 11:24