Main Menu

Mencegah Penyakit Jantung Koroner dengan DSCT Flash

Nur Hidayat
11-05-2014 15:58

Jakarta, GATRAnews – Kematian akibat penyakit jantung koroner dapat dicegah dengan penanggulangan dini. Saat ini telah ada DSCT alias dual source computerized tomography Flash, yang dapat mendeteksi penyakit jantung lebih cepat dibandingkan dengan CT (Computerized Tomography) scanner konvensional. RS Pondok Indah (RSPI) mengklaim bahwa DSCT Flash mampu mendeteksi kondisi keseluruhan thorax termasuk kondisi jantung dalam 0.6 detik.

 

“Dari seratus orang yang mengalami serangan jantung koroner, yang sudah dipasang ring dan dioperasi, 60% ada gejala khasnya, 20% sudden death (kematian mendadak) dan 20% lagi sering mengelabuhi, tidak ada gejala khasnya. Penyakit jantung koroner diakibatkan penyembutan/penyempitan pembuluh darah bisa dicegah dengan DSCT Flash dengan cepat,” kata Dr. Taufik Pohan, Sp.Jp, spesialis jantung, pada acara peluncuran DSCT Flash di Auditorium RSPI, Jakarta.

 

Taufik menceritakan tentang salah satu pasiennya yang telah menggunakan DSCT Flash Februari kemarin. “Ada pasien berusia 54 tahun konsultasi pada saya. Pasien yang bekerja di perusahaan swasta ini, memiliki masalah seperti, dada nyeri, kolesterol tinggi, perokok dan ada histery family penyakit jantung. Setelah diperiksa dengan DSCT Flash, ternyata ada penyempitan pembuluh. Lalu, pasien tersebut diberi stent ke daerah penyumbatan, sehingga pembuluhnya kembali normal,” ujar taufik.  

 

DSCT Flash berbeda dengan ST Scanner konvensioanl. Radiasi yang dihasilkan lebih sedikit. Ada dua tabung yang digunakan, sehingga bisa mendeteksi seluruh pembuluh darah dengan cepat tanpa memutar tubuh. “CT Scan jenis DSCT Flash memiliki sinar x-ray yang lebih sedikit dan tidak ada manipulasi denyut nadi. Karena DSCT Flash menggunakan teknologi flash spiral dan dua tube sehingga bisa mendeteksi seluruh pembuluh pada tubuh lebih cepat tanpa memutar tubuh,” tambah Taufik.

 

Senada dengan Taufik, Dr. Med. Luqman Adji Sapto, Sp.Rad (K) & Sp.KN, mengungkapkan bahwa dengan teknologi dua tabung, DSCT Flash dapat memberikan gambar anatomi tubuh dengan akurat. “Karena memiliki dua tube, slice atau detil lapisan yang banyak, sehingga menghasilkan gambar yang lebih tajam atau lebih akurat,” kata spesialis radiologi dan kedokteran nuklir ini.

 

Selain penyakit jantung koroner, DSCT Flash juga bisa mendeteksi adanya gangguan di organ lain. “DSCT Flash dapat mendeteksi stroke, trauma dan asam urat. Dengan akurasi dan kecepatan deteksi yang tinggi, tim medis dapat memaksimalkan peluang hidup pasien,” ujarnya. Acara sosialisasi alat DSCT Flash RSPI ini juga dihadiri oleh Josef Winter, President Director & CEO PT. Siemens Indonesia dan Dr. Stefanus Widananta, Country Sector Lead for Healthcare. (*/HRS)

Nur Hidayat
11-05-2014 15:58