Main Menu

Endang Rahayu: Kanker Anugerah Terindah dari Allah SWT

Tian Arief
03-05-2012 07:33

Jakarta - Almarhumah Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, yang meninggal Rabu siang (2/5) akibat mengidap kanker paru, menyimpan kenangan tersendiri. Saat memberikan sambutan dalam peluncuran bukunya, ia sama sekali tidak mengeluhkan kanker stadium empat yang menderanya. Bahkan, ia menganggap penyakitnya itu merupakan anugerah terindah dari Allah SWT.

"Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnosa kanker paru stadium 4 baru ditegakkan 5 bulan yang lalu. Dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi saya tidak bertanya, 'why me?' Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT," demikian penggalan kata sambutan yang ditulisnya pada 13 April 2011, menyambut penerbitan buku berjudul "Berdamai dengan Kanker", yang ditulis CISC dan Yuniarti Tanjung.

Almarhumah Endang mengungkapkan, penyakit yang dideritanya itu hanyalah salah satu anugerah Tuhan yang diberikan kepadanya. "Saya menganggap, ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini," ungkapnya.

Selain dianugerahi kanker paru, Endang mengaku menerima anugerah lainnya yang begitu banyak, di antaranya, hidup di negara yang indah tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai, dan kondisi sosial ekonomi cukup baik.

Selain itu, ia juga dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dua putera dan satu puteri yang sehat, cerdas, dan berbakti kepada orangtua.

"Hidup saya penuh dengan kebahagiaan. So why not? Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kenker paru?" ujarnya.

Menurutnya, Tuhan pasti mempunyai rencana yang belum diketahuinya dan ia mengaku siap menjalaninya. "Insya Allah, setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik," tekadnya.

Endang mengajak seluruh penderita dan survivor kanker berbaik sangka kepada Tuhan. "Kita terima semua anugerah-Nya dengan bersyukur. Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu," serunya. Iwan Setiawan{jcomments on}

 

Tian Arief
03-05-2012 07:33