Main Menu

Ini Dia Teknologi Baru Perawatan Luka Modern

Nur Hidayat
02-03-2015 21:11

Jakarta, GATRAnews - Luka adalah hal umum yang kerap terjadi pada manusia, baik bayi dan anak-anak, orang dewasa hingga para manula dalam keseharian. Mulai dari luka tergores karena jatuh, luka teriris pisau, luka akibat kecelakaan, luka bakar, luka bekas operasi hingga luka kronis karena berbagai macam penyakit seperti kanker atau diabetes. Karena itu, perawatan luka pun mungkin telah menjadi hal rutin yang dilakukan masyarakat awam maupun para pekerja medis di berbagai klinik dan rumah sakit.

 

Menurut Dokter spesialis luka yang telah mendapatkan sertifikasi dari America Board of Wound Management dr. Adisaputra Ramadhinara, CWSP, FACCWS, luka dekat dengan keseharian kita. “Namun merawat luka bukanlah hal yang sepele,” kata dokter yang berpraktek di Wound Medical Care Service Center kepada wartawan dalam jumpa pers digelar di Hotel Gran Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

 

Perawatan luka yang salah bukan hanya mengakibatkan waktu penyembuhan yang lambat namun dapat makin memperparah luka. Luka yang tak terawat dengan baik dapat terkontaminasi mikroba, mengalami infeksi lokal dan meluas menjadi infeksi sistemik bahkan bisa berakibat fatal bagi pasien.

 

Hal ini tentu akan membuat penderitaan pasien akan berkepanjangan dan tidak nyaman. Selama ini beberapa dokter menggunakan cara perawatan luka konvensional. Cara itu biasanya memerlukan kasa sebagai balutan dan cairan natrium klorida untuk membasahi agar tercipta suasana lembab. Ini memerlukan penggantian kasa yang sering karena luka harus sering dikompres dan diganti sebelum kasa mengering. Bahkan tak jarang penggantian kasa menimbulkan trauma pada luka yang baru sembuh dan bahkan rasa sakit pada pasien.

 

Riset yang dilakukan oleh Mahakam Beta Farma (MBF) terhadap 638 responden di Jakarta pada tahun lalu, memperlihatkan sebanyak 56% responden mengharapkan adanya dressing (kasa) baru yang lebih baik dari yang ada di pasaran saat ini. Sebab, menurut 66% responden dalam riset ini, dressing yang saat ini ada di pasaran menimbulkan rasa sakit saat penggantian, melekat di areal luka serta menyebabkan trauma pada luka yang baru sembuh.

 

Nah, salah satu metode perawatan luka modern yang banyak dilakukan di dunia saat ini adalah perawatan luka dengan prinsip keseimbangan kelembaban (moisture balance). Prinsip ini diyakini lebih efektif dalam membantu proses penyembuhan luka dibandingkan metode konvensional.

 

Lewat metode baru yang menjaga kelembaban luka, diharapkan proses penyembuhan akan semakin cepat sehingga keadaan pasien dapat pulih lebih cepat pula. Pemulihan pasien yang lebih cepat dapat dipastikan akan meningkatkan kualitas hidup pasien dan yang terutama adalam menghemat waktu dan biaya perawatan.

 

Perawatan luka dengan menggunakan prinsip moisture balance ini dikenal sebagai metode modern dressing dengan memakai dressing yang lebih modern. Metode ini belum banyak dikenal dalam dunia medis di Indonesia. Asia Pacific Wound Care Congress (APWCC) mencatat bahwa hingga tahun 2012, di Indonesia setidaknya baru ada 25 rumah sakit, khususnya di Pulau Jawa yang telah menerapkan manajemen perawatan luka modern.

 

Jumlah ini tentu saja sangat kecil karena hanya mewakili sekitar 2,4% dari total 1.012 rumah sakit di Indonesia. Itu sebabnya, pihak APWCC yang merupakan aktivitas para tim medis tergerak untuk terus menginformasikan metode perawatan luka ke seluruh wilayah Asia Pasifik hingga metode modern ini menjadi standar.

 

Metode perawatan luka modern menciptakan lingkungan yang lembab dengan menggunakan modern dressing seperti hydrokoloid. Menurut perwakilan Urgo Medical, Mr. Paul Argant, salah satu modern dressing yang mulai diperkenalkan di pasar kesehatan dunia termasuk di Indonesia adalah dressing UrgoTul.

 

Dressing UrgoTul ini dikembangkan dengan menggunakan Technology Lipido-Colloid (TLC). Dressing berteknologi paling inovatif TLC, UrgoTul merupakan dressing yang dibuat dari jaring polyester non oklusif yang disusun dari partikel hyhdrocolloid dan lipophylic untuk memberi banyak manfaat dalam proses penyembuhan luka. 


Editor: ARK, Nur Hidayat

 

Nur Hidayat
02-03-2015 21:11