Main Menu

Konsumsi Tomat Bisa Cegah Kanker

Tian Arief
04-04-2015 08:31

London, GATRAnews - Gaya hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran alami, seperti buah tomat, serta melakukan aktivitas fisik rutin tiap hari minimal seminggu tiga kali, akan dapat mengurangi angka kejadian kanker. "Dengan diagnosis dini, penyakit kanker akan lebih mudah diobati dan bisa disembuhkan," kata dr. Pranti Sri Mulyani, MSC, dari Kementerian Kesehatan RI, dalam acara pertemuan bulanan anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI London, di London, Inggris, Jumat (3/4).

Menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI London Lastry Thayeb kepada Antara London, Jumat, pertemuan anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI London diadakan setiap dua bulan dengan berbagai kegiatan menambah wawasan anggota, seperti ceramah mengenai kanker.

Lebih lanjut dokter Pranti Sri Mulyani mengatakan, dengan melakukan diagnosis dini atau yang baru stadium dini akan lebih mudah diobati disembuhkan, ketimbang yang stadium lanjut.

Kanker bisa dicegah, di antaranya dengan melakukan tes pap atau pap smear, dan sebaiknya jangan ditundah tunda khususnya bagi kaum wanita yang telah menikah karena sebagai perempuan organ tubuh kita lebih rentan penyakit ketimbang kaum pria.

Pranti mengatakan, faktor resiko kanker pada kaum perempuan 100 kali ketimbang laki-laki, peningkatan usia 40 tahun 18 persen, sedangkan usia 50 tahun mencapai 77 persen.

"Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia di atas 75 tahun, umumnya terkait dengan genetik lima sampai 10 persen, sedangkam terkait riwayat pribadi kanker payudara berisiko tiga sampai empat persen kanker lainnya," ujar lulusan Fakultas Kedoteran Universitas Indonesia itu.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan mengenali organ reproduksi khususnya yang rentan kanker seperti payudara, leher rahim,ovarium dan Endometrium serta melakukan Skrining Mamografi, USG Payudara, pemeriksa payudara oleh dokter (SADARO) atau SADARI.

Kanker Leher Rahim di Indonesia menduduki peringkat kedua dari seluruh kanker di Indonesia yaitu 18.5 persen dan sayangnya sebanyak 60 sampai 70 persen sudah dalam stadium lanjut, demikian dokter Pranti Sri Mulyani.


Editor: Tian Arief

{jcomments on}

Tian Arief
04-04-2015 08:31