Main Menu

Obat Herbal Baru Untuk Atasi Kanker dan Anti Kolesterol

Nur Hidayat
23-11-2012 16:45

Jakarta, GATRAnews-  Dr. Muhammad Hanafi dalam orasi pengukuhan Profesor Riset bidang kimia organik berjudul "Pengembangan Bahan Ilmiah Untuk Obat Baru Antikanker dan Anti Kolestrol" oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, Indonesia terkenal kaya akan keanekaragaman hayati dan dikenal sebagai pusat megadiversity spesies biologi dan sebagai megacenter dari biodiversitas dunia. "Kekayaan ini semestinya menjadi sumber kesejahteraan masyarakat karena jumlah spesies tumbuhan antara 25.000-30.000 spesies dan diperkirakan 9.000 spesies tanaman yang disinyalir memiliki khasiat sebagai obat," jelasnya, Jumat (23/11).

 

Namun, Hanafi menambahkan, yang tercatat sebagai bahan obat tradisional hanya 6.000 spesies dan sekitar 1.000 jenis tanaman sudah dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu. "Data dari POM ada 283 spesies tumbuhan obat yang sudah terdaftar digunakan industri tradisional di Indonesia, 180 spesies tumbuhan berasal dari hutan tropika," jelasnya. Dari kekayaan spesies tanaman, lanjut Hanafi merupakan peluang untuk menghasilkan temuan obat herbal (Fitofarmaka) mengingat masih sedikitnya produk fitomarka dan belum adanya produk indonesia.  "salah satu obat baru yang ditemukan adalah antikanker dan antikolestrol," sambungnya.

 

Zat anti kanker dan kolesterol banyak terdapat dalam tumbuhan maupun mikroba seperti Garcinia, Curcuma, Hedyotis, Pseudomonas dan Streptomyces yang telah diisolasi dan diidentifikasi senyawa aktifnya. Hasil isolasi kalonan, UK-3A dan Phenazina serta sintetis turunan dan analognya mempunyai potensi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. "Harus dilakukan uji praklinis sebab hasil senyawa Silisil Anilida (SA) disamping menurunkan kanker namun menunjukan sifat toksik ," imbuhnya.

 

Untuk diketahui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jumat (23/11) pagi tadi mengukuhkan tiga orang profesor riset baru yakni Dr. Sam Wouthuyzen dalam bidang osenografi dengan orasi ilmiah "Pemanfaatan Inderaja Untuk Pemetaan, Pemantauan, Evaluasi dan Pengelolaan Wilayah Pesisir," Dr. Muhammad Hanafi dalam bidang kimia organik dan Dr. Yekti Maunanti dalam bidang Antropologi dengan orasi ilmiah "Identitas Etnik Minoritas Diperbatasan Asia Tenggara." (WFz)

 

Nur Hidayat
23-11-2012 16:45