Main Menu

Peneliti AS Kembangkan Perancah Penyebaran Sel Kanker Payudara

Aries Kelana
22-09-2016 23:31

Kanker payudara (Gatra/Rifki M. Irsyad/yus4)

Jakarta, GATRANews -- Para ilmuwan dari University of Michigan (UM), Amerika Serikat,  telah mengembangkan implan yang mungkin suatu hari akan bertindak sebagai sistem peringatan dini untuk tumor metastatik di paru-paru, hati, dan otak yang disebabkan oleh penyebaran sel kanker payudara. Dengan implan tadi, seseorang bakal mengetahui apakah sel kanker payudarayang diidapnya,  bakal menyebar ke organ lain atau tidak. Dengan begitu pengobatannya akan lebih tepat.

Perangkat tersebut berukuran penghapus pensil dan terbuat dari mikro poli-kaprolakton - bahan yang disetujui FDA (semacam BPOM di Amerika Serikat) - yang pada umumnya ditemukan pada pembalut luka dan jahitan. Alat itu terintegrasi dengan sinyal inflamasi. Perancah tadi bekerja dengan cara yang unik, yaitu membuat perangkap bagi sel-sel kanker yang bakal menyebar. Dengan cara itu akan terdeteksi mana sel kanker yang masuk perangkap dan yang tidak. Yang tidak masuk perangkap, berarti tidak menyebar. "Kami memulai dengan membuat semacam umpan - sebuah perangkat yang menarik bagi sel-sel kanker dari tubuh pasien," kata Lonnie Shea, ketua Departemen Teknik Biomedis di UM dalam meddeviceonline.com, (21/0/2016). "Ini bertindak seperti kenari di tambang batubara".

Bekerja sama dengan Profesor Jacqueline Jeruss, ahli bedah kanker UM, Shea mendemonstrasikan alat itu dalam mendeteksi sel metastasis awal pada model beberapa tikus. Semua tikus sebelumnya diberikan suntikan sel kanker agar menderita kanker. Lalu peneliti menaruh perancah pada sebagian tikus. Sebagian lagi dibiarkan tanpa perancah. Di situ peneliti menemukan sel-sel kanker yang bakal menyebar lewat pemantauan implan yang dipasang tadi.

Dokter lalu memberikan perawatan kepada hewan mengerat tadi.
Setelah 15 hari, ada 64 persen lebih sedikit sel-sel kanker di hati dan 75% lebih sedikit dalam otak tikus yang ditanam perangkat dari pada tikus yang tidak ada implannya. Setelah ketahuan lebih dini, dokter melakukan tindakan bedah untuk mengangkat tumor yang sudah menempel di organ pada tahap awal. Tikus bertahan hidup lebih lama. Implan tadi menunjukkan adanya potensi penyebaran. Dokter lalu memberikan terapi, sehingga tikus tadi berumur panjang. Organ-organ vital yang bakal jadi tempat penyebaran pun aman.

Saat ini,
kata Jeruss, tanda-tanda awal metastasis sulit diketahui. Dokter hanya berdasarkan pada gejala.  "Pencitraan dapat dilakukan begitu gejala muncul. Tapi ternyata sel-sel kanker sudah menyebar,” ujar Jeruss.  Maka diperlukan metode deteksi untuk mengidentifikasi metastasis pada suatu." Dalam proses metastase, sel-sel kanker mengambil alih sistem kekebalan tubuh dan kemudian bekerja untuk menyebarkan pertumbuhan tumor ke organ lain.

Implan biodegradable bisa bertahan hingga dua tahun dan dapat dipantau secara teratur dengan teknik pencitraan non-invasif. Dengan menganalisis sel-sel kanker dalam perangkat, dokter akan dapat memilih terapi yang paling tepat. Saat ini, tim UM tengah merancang sebuah protokol penelitian klinis yang akan menggunakan perancah untuk memantau metastasis pada pasien kanker payudara stadium awal. Akhirnya, para ilmuwan berspekulasi bahwa perangkat itu dapat berguna bagi pasien yang diidentifikasi sebagai "berisiko tinggi" terkena kanker payudara, seperti karena faktor genetik.


Editor: Aries Kelana

Aries Kelana
22-09-2016 23:31