Main Menu

Aspirin Memperlambat Penyebaran Sel-sel Tumor pada Kanker Unsus Besar dan Pankreas

Rohmat Haryadi
15-12-2016 04:40

Aspirin (medicalnewstoday.com)Jakarta GATRANews - Para peneliti dari Oregon Health and Science University, Amerika, menemukan bahwa aspirin dapat memperlambat penyebaran sel-sel tumor pada kanker usus dan pankreas. Makalah penelitian itu dipublikasikan dalam American Journal of Physiology -- Cell Physiology, Desember ini.



Trombosit adalah sel darah yang terlibat dengan pembekuan darah. Mereka mempromosikan pertumbuhan sel kanker dengan melepaskan faktor pertumbuhan, dan meningkatkan respon dari protein tertentu yang mengatur perkembangan sel tumor (Onkoprotein). Dosis rendah aspirin, obat anti-trombosit, telah terbukti mengurangi risiko beberapa jenis kanker pencernaan. Tetapi, proses dimana aspirin menghambat pertumbuhan tumor masih belum jelas.

 

"Studi ini dirancang untuk menentukan efek penghambatan aktivasi dan fungsi trombosit dengan terapi aspirin pada proliferasi (fase pengulangan siklus sel tanpa hambatan) sel kanker usus besar dan pankreas," tulis para peneliti.

Tim peneliti gabungan menerapkan penelitian itu pada tiga kelompok sel kanker: • kanker metastatik usus (sel-sel yang telah menyebar di luar usus besar), • kanker nonmetastatic usus (sel yang tumbuh hanya dalam usus besar) dan • kanker pankreas nonmetastatic sel.

Ketika mereka menambahkan aspirin ke campuran, mereka menemukan bahwa trombosit tidak lagi mampu merangsang pertumbuhan, dan replikasi dalam sel-sel kanker nonmetastatic pada usus besar dan pankreas. Sel-sel kanker usus besar metastatik terus berkembang biak ketika diobati dengan aspirin.

Dalam sel-sel kanker pankreas, dosis rendah aspirin menghentikan trombosit dari melepaskan faktor pertumbuhan dan menghambat sinyal dari Onkoprotein yang menyebabkan kanker untuk bertahan hidup dan menyebar. Hanya dosis sangat tinggi -lebih besar dari yang mungkin secara oral- yang efektif dalam menghentikan pertumbuhan sel-sel usus metastatik, para peneliti menjelaskan.

Menurut para peneliti, temuan rinci interaksi antara trombosit, aspirin, dan tumor sel, menjanjikan untuk pengobatan masa depan untuk kanker nonmetastatic. "Studi kami menunjukkan perbedaan yang penting dan khusus dalam mekanisme kerja aspirin dosis tinggi dan rendah pada sel-sel kanker metastatik dan nonmetastatic. Dengan asal tumor yang berbeda, menunjukkan bahwa kemampuan aspirin untuk mencegah trombosit yang diinduksi c-MYC [onkoprotein] mungkin selektif untuk tipe nonmetastatic," katanya.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
15-12-2016 04:40