Main Menu

Ditemukan Sel Penghambat Kekebalan Tubuh untuk Melawan Kanker

Rohmat Haryadi
07-02-2017 10:24

Pamela Osashi (University Health Network)Jakarta GATRAnews - Ilmuwan Princess Margaret Cancer Centre telah menemukan populasi sel yang berbeda dalam tumor yang menghambat respon kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine, Februari ini. "Temuan itu sangat penting untuk memahami lebih lanjut, tentang mengapa pasien tidak menanggapi terapi kekebalan tubuh," kata peneliti utama Pamela Ohashi, Direktur Program Imunoterapi Tumor di pusat kanker University Health Network.


"Kami telah menemukan sebuah pendekatan baru yang potensial untuk memodulasi respon imun terhadap kanker," kata Profesor Departemen Biofisika Kedokteran dan Imunologi di University of Toronto, Kanada itu.

"Dengan melihat biologi tumor dari perspektif yang berbeda, kami akan memiliki pemahaman yang lebih baik dari hambatan yang mencegah respon kekebalan yang kuat. Hal ini dapat membantu pengembangan obat untuk menargetkan hambatan ini," katanya.

Tim peneliti dengan kolaborator internasional menganalisis lebih dari 100 sampel pasien dari jenis kanker ovarium dan lainnya untuk menemukan populasi yang berbeda dari sel yang ditemukan di beberapa tumor. Populasi sel ini menekan pertumbuhan sel kekebalan tubuh yang melawan kanker, sehingga membatasi kemampuan sistem kekebalan tubuh.

Ohashi membayangkan era baru terapi kombinasi dengan menargetkan dan membunuh sel-sel penekan itu, sementara menambah respon kekebalan tubuh terhadap kanker. "Ini benar-benar akan memperkuat cara dokter dapat mengobati kanker menggunakan terapi kekebalan tubuh," katanya.

Ke depan tim penelitian akan fokus pada mengidentifikasi "biomarker" yang dapat mengidentifikasi sel penekan yang berbeda di tempat lain dalam tubuh - misalnya, dalam darah atau sampel lainnya - sebagai potensi alat prediktif klinis untuk menentukan kapan sel-sel ini hadir pada pasien, yang saat ini tidak dapat dilakukan.

"Pengetahuan itu akan memandu keputusan klinis untuk personalisasi pengobatan kanker untuk melepaskan respon imun individu," kata Ohashi. "Kita perlu mengidentifikasi cara-cara untuk melacak sel-sel ini, dan mencari sumber lain dan cara-cara untuk menumbuhkan sel-sel ini untuk studi lebih lanjut."

Selama bertahun-tahun, tim Ohashi telah mempelajari tumor-infiltrating lymphocytes (TILs), yang merupakan jenis sel yang dikenal untuk membunuh sel-sel kanker. Pasien dengan tils melakukan jauh lebih baik karena mereka sudah memiliki sel-sel pelawan kanker di tumor mereka.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
07-02-2017 10:24