Main Menu

Terungkap Bagaimana Cara Aspirin Memerangi Kanker

Rohmat Haryadi
09-02-2017 15:12

Aspirin (iStock)Texas GATRAnews - Berlimpah studi yang mengarah pada peran aspirin dalam mencegah dan mematikan kanker. Sementara aspirin belum menjadi bagian dari pengobatan utama untuk kanker.  AS Preventive Services Task Force menganjurkan orang dewasa untuk menggunakan aspirin yang bisa membantu mencegah kanker kolorektal (kanker usur besar). Namun para peneliti bingung bagaimana sebenarnya "obat ajaib" itu bekerja untuk menangkal kanker. Kebanyakan berpikir hal itu terkait dengan peran aspirin dalam menurunkan efek peradangan.


Sekarang ilmuwan Veterans Affairs (VA) dan rekan-rekan di Texas memiliki teori baru tentang aksi aspirin memerangi kanker. Mereka berhasil menguji pada tikus, dan kultur sel. Ini ada hubungannya dengan efek aspirin pada trombosit - sel darah yang membentuk pembekuan untuk menghentikan pendarahan. Temuan itu muncul dalam Cancer Prevention Research, Februari 2017.

Seiring dengan pembekuan, trombosit juga memainkan peran dalam membentuk pembuluh darah baru. Tindakan yang biasanya menguntungkan, seperti ketika membentuk bekuan setelah luka, dan pembuluh baru diperlukan untuk mengarahkan aliran darah. Tetapi tindakan itu pada saat yang sama dapat membantu pertumbuhan tumor. Nah, pada tahap inilah aspirin berperan dalam mengganggu pertumbuhan tumor, demikian kata para peneliti.

 

Tes laboratorium mereka menunjukkan bagaimana aspirin memblokir interaksi antara trombosit dan sel-sel kanker dengan mematikan enzim COX-1, sehingga membatasi jumlah yang beredar dan tingkat aktivitasnya pada trombosit. Beberapa percobaan menggunakan aspirin reguler dari toko obat lokal. Pada fase lain, para peneliti menggunakan persiapan khusus aspirin dikombinasikan dengan fosfatidilkolin, jenis lipid, atau molekul lemak. Molekul bahan utama dalam lesitin kedelai.

 

Produk, yang dikenal sebagai Aspirin-PC/PL2200, sekarang dalam pengembangan di Houston PLX Pharma, Inc, dirancang untuk meringankan resiko gastrointestinal (organ muskular berongga yang dilapisi membran mukosa/selaput lendir), yang terkait dengan aspirin standar. Aspirin kompleks yang ditingkatkan lebih kuat melawan kanker daripada aspirin biasa.

 

Meringkas temuan mereka, para peneliti menulis: "Hasil ini menunjukkan bahwa efek kemopreventif aspirin mungkin karena memblokir proneoplastic (yang mendukung pertumbuhan sel abnormal, seperti kanker) aksi trombosit dan (mereka mendukung) potensi penggunaan Aspirin-PC/PL2200 sebagai agen kemopreventif yang efektif dan aman untuk kanker kolorekta (kanker usus besar)  dan mungkin kanker lainnya."

Dr. Lenard Lichtenberger, yang memimpin penelitian memiliki saham keuangan di PLX Pharma, perusahaan mengembangkan aspirin berbasis lipid dengan merek Aspertec. Tak satu pun dari penulis lain melaporkan potensi konflik kepentingan. Lichtenberger adalah seorang profesor biologi integratif dan farmakologi di University of Texas Health Sciences Center.

Pemimpin VA dalam tim itu, Dr. Vinod Vijayan, seorang ilmuwan peneliti kesehatan di DeBakey VAMC, dan ahli biologi trombosit. Vijayan juga seorang profesor di Baylor College of Medicine. Kelompok itu mengatakan mereka berencana untuk menguji  keamanan dan keampuhan lipid-aspirin kompleks pada orang yang berisiko tinggi terkena kanker kolorektal. Mereka berkolaborasi dengan peneliti di MD Anderson Cancer Center di Houston.

 

Sementara itu, menurut mereka hasilnya sejauh "mendukung penggunaan aspirin dosis rendah untuk kemoprevensi." Mereka menambahkan bahwa Aspirin-PC / PL2200 memiliki "tindakan kemopreventif yang mirip dengan aspirin dosis rendah dan mungkin lebih efektif."


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
09-02-2017 15:12