Main Menu

Anjing Bisa Mengendus Kanker Payudara

Rohmat Haryadi
26-03-2017 10:18

Anjing menghidu kanker payudara (facebook)Paris GATRAnews - Dokter di pedesaan memiliki keterbatasan untuk mendeteksi kanker payudara. Para ahli hanya butuh enam bulan untuk melatih sepasang anjing Gembala Jerman hingga 100 persen akurat dalam peran baru mereka sebagai penghidu kanker payudara. Teknik ini sederhana, non-invasif, dan murah, dan dapat merevolusi deteksi kanker di negara-negara di mana teknologi modern pendeteksi kanker sangat terbatas. Demikian Dailymail, 24 Maret 2017.


"Di negara-negara ini, ada ahli onkologi, ada ahli bedah, tetapi di daerah pedesaan sering akses sangat terbatas untuk diagnostik," kata  Isabelle Fromantin, pemimpin proyek Kdog, kepada wartawan di Paris. Ini berarti, 'orang-orang terlambat,' untuk menerima pengobatan yang menyelamatkan jiwa. Dengan penciuma anjing, deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan. "Jika berhasil, kita bisa  cepat mengambil tindakan," katanya.

Peneliti bekerja dengan asumsi bahwa sel-sel kanker payudara memiliki bau yang berbeda, dimana hidung anjing yang sensitif akan menciumnya. Tim mengumpulkan sampel dari 31 pasien kanker. Potongan perban pasien dicium anjing yang dilatih. Dengan bantuan spesialis pelatih anjing, Jacky Experton, tim melatih anjing Gembala Jerman, Thor dan Nykios untuk mengenali kain perban kanker dan membedakannya dengan non-kanker.

"Hal ini semua didasarkan pada permainan-permainan dan hadiah," jelasnya. Setelah enam bulan pelatihan, anjing-anjing itu diuji selama beberapa hari pada Januari dan Februari tahun ini. Kali ini, para peneliti menggunakan 31 perban dari pasien kanker yang berbeda dari yang anjing telah dilatih.
[columns grid="yes" ]

[column_item col="7"][message_box title="Cara Anjing Menghidu
" type="error" close="no"]


Anjing bernafas lima kali per detik. Menghembuskan, dan menarik napas untuk memberikan hidung penuh aroma yang diterjemahkan 300 juta sel syaraf reseptor. Dengan setiap mengendus, hembusan udara keluar dari kedua lubang hidung, bergerak ke bawah dan ke luar. Meskipun mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, hembusan menarik udara dan sarat uap menuju hidung. Selama inhalasi, udara ditarik ke setiap lubang hidung.

Syaraf penciuman anjing (B. Craven et. al., The Anatomical Record)


Permukaan licin hidung anjing ada di balik kecanggihan penciuman mereka. Lendir basah di hidung anjing menghalangi lewatnya beberapa partikel bau melebihi dari yang lain. Brent Craven, dari Pennsylvania State University dan tim mempelajari gambar MRI dari hidung anjing untuk melihat bagaimana perjalanan udara melaluinya.


Sebuah model 3D dari rongga hidung anjing: Berbagai jenis molekul dijemput oleh sel-sel saraf di berbagai titik di sepanjang saluran udara. Anjing memiliki banyak sel-sel saraf lainnya di hidung mereka daripada orang dan lebih banyak jenis reseptor yang mengambil bahan kimia yang berbeda. Hal ini memungkinkan mereka untuk dilatih untuk mengendus bau tertentu.

[/message_box][/column_item]

Satu perban digunakan setiap percobaan, bersama dengan tiga sampel dari wanita tanpa kanker. Setiap perban ditempatkan dalam sebuah kotak dengan sebuah kerucut besar sehingga hidung anjing menghadap ke depan dan mengendusnya. Keduanya mengendus empat kotak per tes.

Latihan diulang sekali dengan masing-masing sampel, berarti ada 62 respon individu dari anjing di semua kotak. Di babak pertama, anjing-anjing mendeteksi 28 dari 31 perban kanker, tingkat lulus 90 persen. Pada percobaan kedua, mereka mencetak 100 persen.

"Ada teknologi yang bekerja sangat baik, tetapi hal-hal sederhana kadang-kadang juga dapat membantu," kata Amaury Martin dari Curie Institute.

"Tujuan kami adalah melihat apakah kita bisa bergerak dari kebijaksanaan konvensional ke ilmu nyata. Peneltian ini memerlukan validasi  klinis," katanya. Langkah berikutnya akan menjadi uji klinis dengan lebih banyak pasien, dan dua anjing lain. Tetapi tim masih membutuhkan pendanaan proyek.

Tim percaya bahwa suatu hari anjing dapat menggantikan mesin 'pengendus' elektronik,  untuk menganalisis sampel pasien jauh dari klinik dengan mengirimkan perban melalui pos.


Editor: Rohmat Haryadi


Rohmat Haryadi
26-03-2017 10:18