Main Menu

Workshop Penangananan Kanker Secara Multidisipliner Digelar di Jakarta

Aries Kelana
06-04-2017 21:17

Jakarta, GATRANews -- Beban kesakitan dan kematian akibat kanker terus meningkat di Indonesia. Seiring peningkatan kasus kanker baru, beban finansial, termasuk harga obat, juga memberatkan pasien dan keluarga, serta pemerintah yang dalam hal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Apalagi bagi pasien penderita kanker stadium lanjut.

Permasalahan kanker yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan holistik. Maka, keberadaan tim multidispilin yang bekerja bahu-membahu semakin krusial dalam penatalaksanaan kanker di Indonesia.

Itu terungkap dalam jumpa pers yang berkaitan dengan workshop The Role of Internist in Cancer Management yang ke-5 (ROICAM 5) yang digelar di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jl S Parmin, Slipi, Jakarta Barat (6/4/2017).

Workshop itu diselanggarakan Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PERHOMPEDIN Jaya) dan berlangsung dari Kamis hingga Minggu nanti. Acara itu digelar di RS Kanker Dharmais dan Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Sekitar 600 orang tenaga kesehatan profesional dari berbagai latar belakang dijadwalkan hadir dalam ajang ini.

Prof. Dr. Rolf A. Stahel, dari Executive Board European Society for Medical Oncology (ESMO) akan hadir sebagai keynote speaker di workshop nanti. Begitu pun Prof. Otis W. Brawley, MD, FACP selaku Chief Medical Officer dan Executive Vice President dari American Cancer Society (ACS), Richard H. De Boer, MBBS, FRACP dari Australia, dan Won Bo Wang, PhD dari Taiwan juga akan hadir sebagai pembicara.

Kami berharap ROICAM 5 dapat menjadi ajang yang baik untuk diskusi, memperluas jejaring, dan memberikan pencerahan mengenai penatalaksanaan kanker di era Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia,” ujar Ketua Panitia ROICAM 5 Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM kepada wartawan.

Sebagai ahli hematologi onkologi medik, kami menyerukan kepada rekan-rekan sesama ahli hematologi onkologi medik serta mengajak para ahli dalam berbagai bidang keilmuan lain di seluruh Indonesia untuk bersama-sama hadir dalam pembentukan dan optimalisasi Multidisciplinary Team (MDT). Dengan demikian, kita bisa memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi pasien kanker yang membutuhkan,” ujar Cosphiadi.

Di negara-negara maju, MDT telah menjadi pendekatan baru dalam masalah kesehatan yang memiliki penanganan kompleks, khususnya kanker. Biasanya anggota tim yang terdiri atas tenaga kesehatan profesional dari berbagai disiplin ilmu melakukan pertemuan rutin untuk membahas perkembangan pasien.



Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
06-04-2017 21:17