Main Menu

Memutus Asupan Asam Amino Tertentu Memaksa Sel Kanker Berpuasa

Rohmat Haryadi
28-04-2017 10:32

Serin (Shuterstock)Jakarta GATRAnews - Memutus asupan asam amino dari makanan memperlambat pertumbuhan tumor, dan memperpanjang hidup tikus. Demikian menurut penelitian terbaru yang terbit di jurnal Nature. Periset di Cancer Research Inggris Beatson Institute dan Universitas Glasgow menemukan, diet dua asam amino non esensial - serin dan glisin - memperlambat perkembangan limfoma (kanker kelenjar getah bening) dan kanker usus. Demikian Dailymail , 27 April 2017.


Para periset juga menemukan beberapa diet selektif yang lebih sensitif terhadap bahan kimia dalam sel yang disebut diet oksigen reaktif. Kemoterapi dan radioterapi meningkatkan kadar bahan kimia ini di dalam sel. Jadi penelitian ini diet yang diformulasikan secara khusus sehingga membuat perawatan kanker konvensional lebih efektif.

Tahap selanjutnya adalah persiapan uji klinis dengan pasien kanker untuk menilai kelayakan dan keamanan perawatan tersebut. Dr Oliver Maddocks, ilmuwan Cancer Research UK di University of Glasgow, mengatakan: "Temuan kami menunjukkan rangkaian kandungan asam amino dapat menjadi bagian tambahan pengobatan untuk beberapa pasien kanker yang lebih efektif." 

Profesor Karen Vousden, Kepala institusi studi Cancer Research Inggris mengatakan:" Diet seperti ini akan menjadi ukuran jangka pendek, harus dikontrol dan dipantau dengan hati-hati oleh dokter untuk keamanan. Diet sangat kompleks, dan protein -sumber utama semua asam amino- sangat penting untuk kesehatan. Artinya si penderita tidak dapat dengan aman memisahkan asam amino ini hanya dengan beberapa bentuk makanan rumahan." 

"Asam amino adalah blok bangunan yang dibutuhkan sel untuk membuat protein. Sementara sel sehat mampu membuat serin dan glisin yang cukup, sel kanker lebih tergantung pada  asam amino dari makanan. Dengan diet asupan glisin dan serin maka akan membuat sel kanker berpuasa. Namun, harus dikontrol dan dipantau dengan hati-hati oleh dokter untuk keamanan," katanya.

Namun, penelitian ini juga menemukan diet ini kurang efektif untuk tumor akibat kesalahan gen, seperti kanker payudara, dan  kanker pankreas. Karena gen yang salah mampu meningkatkan kemampuan sel kanker untuk membuat serin dan glisin sendiri. Ini bisa membantu memilih tumor mana yang paling
tepat sasaran dengan terapi diet.

Dr Emma Smith, manajer komunikasi sains di Cancer Research UK, mengatakan: "Ini sangat menarik tentang cara pemotongan nutrisi untuk mengatasi pertumbuhan sel kanker, dan dapat membantu menahan tumor." 

"Langkah selanjutnya adalah uji klinis pada manusia untuk melihat sebagai pilihan apakah diet pada asam amino khusus ini aman dan membantu memperlambat pertumbuhan tumor seperti yang terlihat pada tikus," katanya.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
28-04-2017 10:32