Main Menu

YKI Jakarta Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks

Arif Prasetyo
09-05-2017 15:25

kanker Serviks Sangat Mengancam Wanita (Foto. Dok.YKI)

Jakarta, GATRAnews - Kanker serviks atau juga sering disebut kanker leher rahim, termasuk salah satu yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Jenis kanker satu ini merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati, tapi dalam stadium dini.


Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki program pencegahan primer, berupa vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus). Vaksinasi ini gratis khusus bagi anak-anak sekolah dasar yang berada di kelas lima dan enam.

Namun, vaksinasi tidak seratus persen dapat mencegah kanker serviks. “Untuk perlindungan, kita harus perlu melakukan pencegahan sekunder dengan melakukan deteksi dini bagi wanita yang sudah menikah (sudah melakukan aktivitas seksual),” ujar Prof. DR. dr. Andrijono, SpOG (K), dalam pesan tertulis di Jakarta, Selasa (9/5).

Deteksi dini dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain IVA (inspeksi visual asam asetat), papsmear, dan HPV DNA tes.

Badan kesehatan internasional, WHO, merekomendasikan HPV DNA tes, di atas IVA dan papsmear, untuk digunakan sebagai skrining kanker serviks. Keutamaan dari tes ini karena dapat mendeteksi adanya infeksi HPV, yang merupakan penyebab kanker ini. Tes itu pun hanya dilakukan setiap lima tahun sekali bagi wanita yang hasil tesnya menunjukan hasil negatif.

“Serviks memang sangat mengancam wanita. Karena, setiap tahunnya terjadi 21 ribu kasus. Sebagian besar kasus stadium lanjut dan tidak lagi bisa disembuhkan. Bahkan yang lebih mengerikan, setiap dua menit terdapat satu orang wanita Indonesia meninggal akibat kanker serviks,” tambah dr. Ulul Albab, SpOG.

Data di atas dibeberkan pada seminar “Deteksi Dini Kanker Serviks” yang diadakan oleh Graha YKI Jakarta, bekerja sama dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), HOGI (Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia), IWG HPV (Indonesian Working Group on HPV), serta PT UBC Medical Indonesia.

Sebagai narasumber yaitu Prof. DR. dr. Andrijono, SpOG (K) dan dr Ulul Albab, SpOG.  Acara ini juga sekaligus sebagai sosialisasi hadirnya pemeriksaan HPV DNA tes di klinik Graha YKI Jakarta.

Tidak hanya itu, Graya YKI menyebutkan, mereka memasang tarif murah untuk pemeriksaan HPV DNA tes, hanya Rp350.000. Tarif itu tentu jauh berbeda dari tarif yang dikenakan di laboratorium swasta yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Diharapkan, dengan sosialisasi pemeriksaan HPV DNA tes ini, ke depan, bisa dimasukkan dalam program BPJS, yang nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
09-05-2017 15:25