Main Menu

Dikabarkan Gara-gara Imunisasi MR, Ini Penyebab Siswi di Bantul Meninggal

Rosyid
15-09-2017 05:52

Ilustrasi - Petugas mempersiapkan vaksin campak dan rubela (MR) dalam kegiatan kampanye campak-rubela di posyandu (Antara/Destyan Sujarwoko/AK9)

Yogyakarta,GATRAnews - Ketua Komite Daerah Pengkajian Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) DI Yogyakarta mengatakan kematian siswi SMP di Bantul usai menerima imuniasi Measles Rubella (MR) kemungkinan karena kanker darah atau leukimia akut, bukan karena vaksin yang diberikan.




Penjelasan ini berdasarkan  pemeriksaan dan pengumpulan data secara lengkap dari semua pihak yang menangani proses imuniasi hingga ke pihak rumah sakit oleh Komda KIPI DI Yogyakarta.

 
“Dari pemeriksaan dokter penyakit darah dan kanker anak di RS Bethesda Sri Mulatsih, diagnosis pada anak tersebut mengarah pada penyakit leukimia akut atau timbul mendadak. Jadi bukan karena vaksin campak dan rubella yang diberikan,” kata Ketua Komda KIPI Mei Neni Sitaresmi saat jumpa pers "Evaluasi Imunisasi MR DI Yogyakarta 2017” di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (14/9).

 
Sebelumnya Nana Puspita (14), siswi SMPN 3 Kasihan, Bantul, meninggal dunia pada Jumat (8/9) setelah sakit selama lebih dari sepekan. Nana menerima vaksin MR pada Selasa (29/8) di sekolahnya.

 
Neni menjelaskan dalam setiap pemberian vaksin di sekolah, tim puskesmas harus melaksanakan standar operasional prosedur (SOP). Ada pemeriksaan secara acak terhadap siswa yang sakit. Imunisasi pun diberikan kepada siswa dalam kondisi sehat.

 
“Saat pemberian imunisasi MR di SMPN 3 Kasihan, Puskesmas menerjunkan delapan petugas dan satu dokter untuk 390 siswa. Tercatat 3 siswa mengaku sakit dan sampai sekarang kami belum menerima laporan adanya kasus lanjutan setelah imunisasi dari siswa lain,” lanjutnya.


Adapun Dokter Sri Mulatsih menyatakan kondisi Nana yang pucat saat itu karena rendahnya kandungan sel darah merah dan trombosit.

 
“Tim dokter berkeinginan melakukan tindakan lanjutan dengan memeriksa sel sumsum tulang belakang untuk memastikan benar tidaknya leukimia. Tapi pihak keluarga memaksa pulang dengan alasan yang bersangkutan stres,” jelas Sri Mulatsih.


Kematian Nana ini menarik perhatian masyarakat DI Yogyakarta karena sempat muncul isu bahwa imunisasi campak memberi dampak buruk bagi anak-anak.





Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Rosyid




Rosyid
15-09-2017 05:52