Main Menu

Yayasan Kanker Indonesia: Waspada Penyebaran Kanker Payudara

Annisa Setya Hutami
30-10-2017 09:00

Ilustrasi. (ANTARA/Arif Firmansyah/FT02)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Yayasan Kanker Indonesia mengadakan seminar nasional bekerjasama dengan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwastusi) pada Minggu (29/10). Seminar yang bertemakan “Kesehatan Tulang bagi Penyintas Kanker Payudara,” ini menghadirkan beberapa pembicara seperti dokter spesialis bedah onkologi dan dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi.

Adapun tujuan diadakanya acara salah satunya untuk meningkatkan kewaspadaan tentang pentingnya kesehatan tulang bagi penyintas kanker payudara. Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Agum Gumelar mengatakan pemberian informasi diharapkan membuat penyintas kanker mampu memulai hidup yang lebih baik dengan menghindari hal-hal yang mungkin dapat menjadi pemicu buruknya kesehatan mereka.

Tidak hanya YKPI, Perwastusi pun ingin bekerjasama untuk menurunkan angka keropos tulang akibat kanker payudara. Mengingat kedua organisasi ini memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menyehatkan wanita Indonesia.

“Kami menyadari bahwa masalah kesehatan tulang menjadi sangat krusial bagi penderita kanker terutama kanker payudara stadium lanjut. Sehingga dibutuhkan penyebaran edukasi yang lengkap dan menyeluruh agar mereka lebih waspada untuk menjaga kesehatan tulang mereka,” kata Linda. 

Kanker payudara dapat menyebar (mengalami metastasi) ke organ lain seperti tulang. Errol Hutagalung selaku dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi menjelaskan beberapa organ tubuh yang rentan terkena persebaran yaitu paru-paru, hati dan tulang. 80% diakibatkan oleh kanker payudara.

Gejala yang sering terjadi seperti nyeri tulang dan patah tulang patologis. Nyeri tulang terjadi karena terangkatnya selaput tulang, sedangkan seseorang mengalami patah tulang patologis hanya akibat trauma sederhana karena tulang keropos.

“Akibat metastasi dapat berupa ketidakseimbangan struktur tulang seperti ada tulang yang keropos dan ada tulang yang tumbuh berlebihan. Untuk mengetahuinya dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan mengetahui kadar Ca darah,” ucap dokter spesialis bedah onkologi, Walta Gautama


Reporter: ASH
Editor: Nur Hidayat

Annisa Setya Hutami
30-10-2017 09:00