Main Menu

Kenali Melanoma dengan ABCD

Birny Birdieni
01-11-2017 19:56

Petunjuk Identifikasi Kanker Melanoma. (Dok. melanomaWA/FT02)

Jakarta, Gatra.com-Kanker melanoma maligna merupakan jenis kanker kulit mematikan. Penyebab utama penyakit ini adalah sinar ultraviolet, terutama B dan C. Bisa juga karena riwayat keluarga ataupun paparan sinar matahari terus menerus hingga akibat menghitamkan kulit atau tanning.

Insiden penyakit ini terutama cukup tinggi terjadi pada ras kaukasian. Bahkan tingkat keganasannya menduduki peringkat ke-6. Orang kulit putih lebih berisiko tinggi karena jumlah sel melanositnya lebih sedikit.

Angka prevalensi melanoma di Indonesia memang tidak terlalu tinggi. Data yang terkonfirmasi di RS Kanker Dharmais menyebutkan bahwa sejak 2005 ada sekitar 119 kasus. Namun menurut Spesialis kulit dan Kelamin RS Kanker Dharmais, Dr. dr. Aida Sofiati Dachlan Hoemardani SpKK(K), karena kurangnya pemahaman sebagian besar penderitanya baru tahu terkena penyakit ini di fase stadium lanjut.

“Pada stadium 1 dan 2 masih dapat diobati. Tetapi jika sudah masuk stadium 3 dan 4, kematian sangat tinggi," ungkap Adia di Jakarta, Senin (30/10). Nah rata-rata usia pasien yang sering terjangkit ada pada usia di atas 50 tahun. "Kematian lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan,” ia menambahkan.

Jenis kanker ini menyerang sel melanosit sebagai sel pemberi warna kulit coklat atau kehitaman. Ia merupakan kanker paling ganas sebab sangat mudah menyebar. Semakin dalam lokasinya maka semakin mudah tersebar.

Untuk mengenali melanoma sejak dini, yang pertama harus dicari adalah tahi lalat. Amati dengan gejala ABCDE. A (tahi lalat yang Asimetris), B (Border, tepi tahi lalat tidak bulat atau beraturan), C (Color, warna tahi lalat tidak rata ada yang merah, coklat hitam) dan D (Diameter, tahi lalat lebih dari 6 mm).

Nah D ini juga bisa diartikan Difference, yaitu di antara tahi lalat di seluruh tubuh ada satu yang berbeda. Itu yang harus diwaspadai. Ada tambahan lagi kriteria E, yaitu Evolving, membesar dengan cepat. "Jika anda menemukan ada kelainan di atas, segera cek ke dokter untuk memastikan." pungkas Aida.


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
01-11-2017 19:56