Main Menu

Sembuhkan Kanker Dengan Immunoterapi

Dara Purnama
05-11-2017 10:30

Jakarta, Gatra.com-Pengembangan aplikasi imunoterapi untuk terapi kanker di dunia dalam satu dekade terakhir telah menghasilkan beberapa produk lolos uji klinis dari FDA (BPOM Amerika). Salah satunya monoklonal antibodi terhadap molekul immune checkpoint inhibitor.

Selain itu, terapi berbasis adoptive cell therapy seperti CAR-T cell, modified NK-cell, telah mengalami perkembangan sangat cepat dengan terlibatnya industri farmasi dalam berbagai penelitian imunoterapi kanker.

Oleh karena itu, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bersama pusat penelitian Kalbe di bidang sel punca dan kanker yakni Stem Cell and Cancer Institute (SCI) untuk kelima kalinya menyelenggarakan program edukasi seminar ilmiah berseri Dr Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS) 2017 di Jakarta. Seminar internasional tahun ini mengangkat tema "Cancer Immunotherapy Has Arrived : Using Cells, Genes, and Viruses".

"Program Dr Boenjamin Setiawan Distingueshes Series merupakan suatu upaya Kalbe dan SCI berbagi informasi mengenai kemajuan mutakhir yang telah dicapai dalam perkembangan teknologi dan riset terkini kepada akademisi, peneliti dan praktisi kesehatan. Kami percaya inovasi, pengembangan riset dan teknologi adalah hal penting," kata Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius di Pacific Place. Jakarta Selatan, Sabtu (4/11).

Seminar internasional ini menghadirkan pembicara utama Prof. Dr. Malcom K Benner, MD, PhD. Dia adalah Profesor departemen pediatrik dan obat dari Baylor College of Medicine Houston Texas Amerika Serikat. Selanjutnya Prof. Dr. Stephen J Russell, MD, PhD yang berasal dari departemen obat, mayo klinik Rochester, Minnesota Amerika Serikat, dua orang profesor dari National Cancer Centre Singapore. Seminar dihadiri oleh lebih dari 700 orang praktisi dan akademisi.

Tema imunoterapi dipilih karena merupakan satu terobosan baru dalam terapi kanker yang menjanjikan. Imunoterapi merupakan upaya memanipulasi sistem imun tubuh untuk menyerang sel kanker dengan memanfaatkan spesifisitas, kapasitas memori dan potenso sel-sel imun untuk mengenali sel target sehingga hasil yang diberikan jauh lebih aman, efektif, long lasting terhadap berbagai jenis kanker.

"Imunoterapi saat ini diyakini akan menjadi dasar terapi masa depan untuk menggantikan obat dan terapi konvensional. Sebagian besar terapi kanker saat ini berbasis terapi konvensional seperti pembedahan, kemoterapi, radiasi, dan obat target yang secara langsung membunuh sel tumor. Walaupun efektif membunuh sel kanker, namum efek samping yang ditimbulkan masih menjadi kendala dan berimplikasi pada tingkat survival," kata Direktur SCI sekaligus Ketua Umum Panitia DBSDLS, dr Sandi Qlintang.

Sandi mengharapkan seminar internasional Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture dapat mengembangkan wawasan ilmiah akademisi, praktisi kanker maupun komunitasi kanker mengenai imunoterapi baik riset maupun aplikasinya. Selain seminar internasional, rangkaian seminar ilmiah berseri ini telah dilaksanakan di empat universitas terkemuka di Indonesia yakni UGM Yogyakarta, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Atmajaya Pluit Jakarta dan Universitas Indonesia Jakarta.


Reporter : Dara Purnama

Editor : Birny Birdieni

Dara Purnama
05-11-2017 10:30