Main Menu

Sambut Hari Kanker Sedunia, Kemenkes Fokus Kanker pada Anak

Aulia Putri Pandamsari
01-02-2018 10:44

Ilustrasi (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com -  Menyambut Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari nanti, Kementerian Kesehatan akan menggelar serangkaian acara. Salah satu yang menjadi perhatian pada tahun ini, adalah permasalahan kanker pada anak.


Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar 2013 mencatat prevelansi kanker anak berusia 0 hingga 14 tahun sebesar 0.5 permil atau sekitar 16.291 pasien. Sementara untuk tahun ini, Kementerian Kesehatan akan meningkatkan registry  atau sistem hospitalisasi pelaporan untuk kanker anak di 14 rumah sakit sebagai tempat rujukan nasional yang tersebar di berbagai daerah.


“Data kanker pada anak ini sulit dilakukan karena cara mendeteksinya susah. Inilah mengapa timbul perhatian pada temuan kanker anak, salah satunya karena  ada peningkatan kasus tersebut. Yang paling banyak kasusnya adalah kanker darah seperti leukemia, dan thalasemia.” ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, Mohamad Subuh di Kantor Kemenkes, Rabu(31/1).


Registrasi kanker di Indonesia tahun 2005-2007 di DKI Jakarta menunjukkan bahwa insiden kanker pada anak berusia (0-17 tahun) sebesar 9 per 100.000 dimana Leukimia merupakan kanker tertinggi pada anak yaitu 2,8 per 100.000 diikuti oleh kanker bola mata atau Retinoblastoma sebesar 2,4 per 100.000.


Hingga kini, dari sekian banyak kanker yang ditemui pada anak, hanya satu jenis yang dapat dideteksi secara dini, yaitu kanker bola mata atau Retinoblastoma. Oleh karena itu, edukasi pada orang tua untuk mengetahui dan mewaspadai gejala kanker pada anak menjadi penting.


Selain itu, Ahli Onkologi, Dr. Aru Sudoyo yang hadir pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya kanker pada anak . Di antaranya, gizi makanan dan minuman yang tidak diperhatikan karena beberapa makanan mengandung karsinogen, serta lingkungan yang tidak kondusif.


“Karena seperti yang kita ketahui temuan kanker pada anak karena terdapat kelemahan pada salah satu gen. Hal ini tidaklah bersifat genetis atau turunan karena  sel yang normal baru berubah menjadi ‘ganas’ ketika terekspos beberapa kali.” jelas Aru.


 

Reporter: APP

Editor: Rosyid

Aulia Putri Pandamsari
01-02-2018 10:44