Main Menu

Ilmuwan Cina Kembangkan Hidrogel Baru Perawatan Kanker

Arif Prasetyo
21-03-2018 15:56

Ilustrasi pasien kanker.(Shutterstock/Thawan Supasorn/re1)

Jakarta, Gatra.com - Salah satu masalah terbesar bagi pasien kanker adalah tingginya angka kekambuhan setelah melakukan operasi.Kini ilmuwan China mengembangkan hidrogel baru yang telah terbukti membantu dalam menghilangkan jaringan tumor sisa dan mencegah infeksi.


Seperti dilansir laman Xinhua, Rabu (21/3), sebuah tim peneliti dari Shenzhen Institutes of Advanced Technology mempublikasikan temuan mereka di jurnal "Advanced Science" awal bulan ini, yang menyoroti kemanjuran fosfor hitam (BP) yang menggabungkan hidrogel di platform photothermal.

Pasien kanker sering menyalahkan radioterapi dan kemoterapi karena komplikasi dan efek sampingnya yang serius. Semakin banyak orang memilih terapi fotothermal (PTT).

"PTT dapat mengobati kanker dengan minimal invasivessness, namun telah dibekukan dalam adopsi klinis untuk biodegradabilitas agen PTT yang tidak cukup. Hidrogel kami menangani masalah ini," kata Yu Xuefeng, peneliti utama tim.

Dalam pekerjaan mereka, sistem PTT yang baru dirancang dengan memasukkan nanosheets BP dengan hidrogel termosensitif untuk pengobatan fototermal postoperatif kanker.

Yu mengatakan, hidrogel yang baru dikembangkan memiliki kinerja fototermal inframerah yang sangat baik (NIR) dan biodegradabilitas dan biokompatibilitas yang baik secara in vitro dan in vivo.

Berdasarkan manfaat ini, peneliti telah mengembangkan strategi pengobatan PTT in vivo untuk perawatan pascaoperasi.

"Di bawah iradiasi NIR, hidrogel BP yang disemprotkan dapat dengan cepat membentuk membran gel pada luka dan membantu menghilangkan jaringan tumor residu setelah operasi pengangkatan tumor," kata Yu.

Kinerja antibodi hidrogel mencegah infeksi dalam pengobatan dan meningkatkan keefektifan PTT, menurut temuan tersebut.

"Sekarang hidrogel adalah produk yang menunggu paten. Tim kami mengajukan lisensi adopsi klinis dengan harapan produk tersebut dapat diterapkan untuk penggunaan klinis pada waktu sebelumnya," ujar Yu.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
21-03-2018 15:56