Main Menu

Deteksi Kanker Kepala Leher Sejak Dini

Bernadetta Febriana
14-07-2018 18:50

Dr Diani Kartini, SpB(K)Onk (Dok. Riana Astuti/yus4)

Artikel Terkait

Jakarta, gatra.com - Diantara penyakit kanker-kanker lain, Kanker Kepala Leher masuk dalam penyakit ganas ke-6 di dunia. Kanker ini menyerang di beberapa bagian tubuh seperti leher, mulut, tenggorokan, mata, hidung dan kulit. Kanker Kepala Leher disebabkan oleh merokok, minum alkohol, mengunyah tembakau atau buah pinang, terpapar sinar matahari berlebihan dan adanya riwayat keluarga yang terkena kanker nasofaring 

Dokter Diani Kartini, SpB(K)Onk menuturkan, data penderita Kanker Kepala Leher di Indonesia masih terbilang tidak selengkap seperti data penderita kanker lainnya. "Di RSCM kanker tiroid yang paling banyak. kemudian kanker rongga mulut, kanker lidah itu juga banyak," ucap Dokter Diani saat ditemui di acara Halal Bihalal CISC, ‪di Jakarta, Sabtu‬ (14/7).

Untuk penanganan kanker ini berbeda-beda tergantung dari lokasi kanker itu berada. Kanker Kepala Leher ini memiliki cara penanganan yang cukup banyak seperti pembedahan, radioterapi, kemoterapi target namun disesuaikan dengan tingkatan penyakit. Di Indonesia Kanker Kepala Leher sudah dapat ditangani. Peralatan medis pun sudah memadai. 

" Artinya semakin tinggi maka membutuhkan penanganan yang serius. Tetapi bila terdeteksi sejak dini itu lebih bagus untuk mendapatkan tindakan," paparnya.

Kanker Kepala Leher ini menjangkit segala usia. Sebagai bentuk pencegahan Dokter Diani mengimbau agar tidak malu mendeteksi kanker sejak dini. Tak hanya itu, menjaga pola hidup sehat menjadi hal utama. " Bila ada benjolan di leher, sariawan yang tak kunjung sembuh, mimisan, sulit untuk menelan. Harap segera cek ke dokter. Gejala-gejala tersebut berpotensi Kanker Kepala Leher,"kata Diani.


Reporter : RAS

Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
14-07-2018 18:50