Main Menu

Melewati Kanker Kepala dan Leher, Meraih Kesempatan Hidup Ke-2

Bernadetta Febriana
14-07-2018 20:24

Ilustrasi kanker tiroid (shutterstock/yus4)

Artikel Terkait

Jakarta, gatra.com- Sebuah mujizat dirasakan oleh Rosinko (52). Penderita kanker tiroid bethesda 5 atau stadium lanjut ini bisa lolos dari penyakit mematikan. Pada acara Halal Bihalal CISC dengan tema Waspadai Kanker Kepala dan Leher di Jakarta Pusat, Sabtu (14/7) siang, Rosinko menjadi salah seorang survivor yang cukup aktif, yang dengan penuh semangat membagikan pengalaman berharganya kepada survivor lain.

Semula di tahun 2013, Rosinko didiagnosa oleh dokter mengidap tumor otak. Walapun tumor otak jinak, namun tumor yang dideritanya sudah menjalar hingga batang otak. “Saya harus menjalankan pengobatan dengan bantuan sinar gama atau biasa yang disebut operasi otak tanpa pisau,” katanya.

Setelah melakukan terapi, Rosinko merasakan kondisi tubuhnya yang tidak enak. Muncul keluhan-keluhan yang dirasakan antara lain suhu badan tidak stabil, kedua mata yang ingin keluar. "Saya merasakannya itu selama setahun. Saya tidak tahu bila radiasi itu bisa menyebabkan kanker," papar Rosinko.

Mengetahui kondisi tubuhnya semakin loyo, atas saran dokter Rosinko melakukan Pet Scan dan hasilnya ada nodul di tiroid dan di getah bening pada leher bagian kiri. Melihat dan mendengar hasil Pet Scan yang dibacakan dokter, Rosinko amat terkejut bak disambar petir di siang bolong.

Ketabahan hati dan rasa sayang keluarga menjadi penguat Rosinko kala itu. Tepat pada 2015 Rosinko dan keluarga memutuskan untuk terbang ke Singapura untuk melakukan biopsi.

Dari hasil Biopsi, Rosinko ternyata mengidap kanker tiroid. "Dokter langsung menyatakan ini kanker ganas. Harus segera dibedah. Nodul nodul yang bersarang harus diangkat agar tidak timbul sel kanker baru," ujarnya menirukan dokter. 

Di Rumah sakit Singapura, operasi kanker tiroid yang dijalankan Rosinko berjalan lancar. "Tiroid saya di sebelah kiri dipotong. Dari bawah kuping sampai dekat leher," ungkap Rosinko. Pasca operasi ia mendapat penanganan intensif. Setelah 10 hari mendapat perawatan, Rosinko meminta dokter untuk menjalankan pengobatan di Indonesia.

Dokter pun memperbolehkan Rosinko pulang namun wanita berkulit putih ini harus patuh untuk mengkonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D. " Puji Tuhan, saat ini saya kontrol di Indonesia. Terakhir saya body scan dan hasilnya sudah bersih. Jadi saya check up setahun sekali. Saya yakin saya sehat selalu," paparnya.


Reporter : RAS

Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
14-07-2018 20:24