Main Menu

Orias Petrus Moedak: Pungli Tidak Terkait Pelindo III

Andya Dhyaksa
10-11-2016 15:19

Dirut Pelindo III Orias Petrus Moedak (GATRA/Averos Lubis)

Surabaya, GATRAnews - Selasa dua pekan lalu (25/10/16), sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilaksanakan di di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Bareskrim Mabes Polri dibantu Polda Jatim dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap salah seorang petinggi Pelindo III, yakni Rahmat Satria. 

 

Kini, proses penyelidikan terhadap Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III Surabaya itu tengah berjalan. Pihak Pelindo III menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke ranah hukum. 

 

Menurut Direktur Utama Pelindo III Orias Petrus Moedak, pihaknya telah melakukan pembenahan. Salah satunya adalah memberhentikan Rahmat dari posisinya. “Di sini sudah jelas pesannya, kalau ada hal jahat dilakukan, ya tanggung jawab sendiri. Pesan saya itu saja,” kata Orias kepada GATRA.

  

Menurut Orias, dugaan pungli yang dilakukan Rahmat, tidak terkait oleh Pelindo III. Menurutnya, praktek pungli tersebut dilakukan saat Rahmat menjabat sebagai Direktur Utama anak perusahaan Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

 

“Beliau itu tandatangan sebagai Dirut anak perusahaan PT TPS bukan sebagai Direksi Pelindo III,” katanya. Untuk mengetahui lebih jauh, berikut petikan wawancara wartawan Gatra Averos Lubis dengan Orias di Surabaya:

  

Bagaimana kabar adanya OTT di Pelindo III?

Enggaklah. Enggak apa-apa begitu. Saya sih tidak mau tampil yang begitu-gitu. Biar saja diproses [hukum]. Enggak apa, silahkan saja.

 

Bapak mendukung penangkapan OTT terjadi?

Yaitu kalau prinsip saya tangan mencincang, bahu memikul. Masing-masing ya kan? Di sini sudah jelas pesannya, kalau ada hal jahat dilakukan, ya tanggung jawab sendiri. Pesan saya itu saja.

 

Rahmat Satria sedang diproses karena OTT bagaimana pendapatnya? 

Beliau sekarang itu sudah tidak Direktur Operasional, sudah diganti.

 

Bagaimana Pengawasan di Pelindo III sampai bisa ada pungli seperti ini?

Beliau itu tandatangan sebagai Dirut anak perusahaan PT TPS, bukan sebagai Direksi Pelindo III. Yang bekerja sama itu adalah anak perusahaan Pelindo III , yaitu PT TPS dengan PT Ankara. Itu pemiliknya Pelindo III 51% dan DP World swasta 49%. Itu patner kita.

 

Tiap perusahan Petikemas wajib memberikan setoran melalui perusahan PT Ankara? 

You tanya saja ke Dirut anak perusahaan Pelindo III saja, ke Dirut Terminal Petikemas Surabaya. Itu anak perusahaan besar dan dia Perusahaan Terbuka sendiri. RS tandatangan bukan sebagai direksi dan sebagai anak perusahaan. Kerjadiannya sendiri pada 2014.

  

Jadi Rahmat Satria main sendiri?

Ya karena dia selaku Dirut anak perusahaan di sana ketika itu. Dan itu kejadian di anak perusahaan. Perjanjian itu dia tandatangan pada 2014 saat menjabat Dirut kemudian dia diangkat menjadi direksi. Dan beliau diganti dengan Dirut yang baru.

  

Pelindo III tidak ada mengijinkan aksi RS?

Kalau mengijinkan kan tidak naik ke kita. Kita kan tidak tahu. Dan saya baru bergabung pada Mei 2016. Saya tidak tahu.

 

Usai ada OTT oleh aparat gabungan, apakah perusahaan membentuk tim internal yang mengusut keterlibatan petinggi Pelindo III lainnya?

Jadi kalau untuk internalnya, karena ini kejadiannya di anak perusahaan, silahkan anak perusahaannya diusut. Jadi kami kerjasama dengan polisi, silahkan memanggil siapa yang perlu dipanggil. Tidak ada dihalangi dan kami terbuka.

 

Cukup kaget pak ketika angka pungli mencapai 20 milyar?

Darimana? Darimana itu, saya tidak tahu dan saya tidak mau menghitungnya juga. Jadi tidak penting untuk saya hitung. Orang dia anak perusahaan loh.

  

Kini, bagaimana pengawasan terhadap anak perusahaan?

Ya Kalau kami sendiri sudah melakukan evaluasi, ada perubahan-perubahan dan ada prosesnya. BUMN kan enggak bisa serta merta. Kalu memang ada yang bersalah, ya diberhentikan. Tapi ini kan belum ada keputusan bersalah [pihak lain].

 

Sejauh ini, bapak melihat ada petinggi lain yang terlibat pungli?

Saya enggak tahu. Kalau saya tahu, pasti saya tahu. Saya mencoba mengurus ke depanlah. Saya pun juga diperiksa polisi dan ditanya oleh polisi kejadian pada 2014 ini.

 

Langkah ke depan hal ini tidak boleh terjadi lagi pak?

Iya, dan sudah cukup. Saya sudah bilang semua kejadian yang lalu biar berlalu jangan berlanjut lagi.

  

Bagaimana pengawasan pungli di Pelindo III?

Kalau untuk pengawasan, saya rasa kejadian pungli sendiri sekarang untuk cash sudah cash less ya. Melainkan transfer-transfer saja . Sudah tidak ada lagi urusan orang bawa duit lagi atau cash. Jadi kalau dibilang pungli, ya pungutan liar seperti kejadian kemarin itu pungli sistematis


Editor: Andya Dhyaksa 

Andya Dhyaksa
10-11-2016 15:19