Main Menu

Syarief Hasan: Target Pileg 2019 Kita Realistis

Andhika Dinata
12-07-2018 18:44

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan. (Dok. GATRA/Dharma Wijayanto/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Kontestasi Pilkada Serentak pada 27 Juni lalu telah berakhir. Beberapa parpol mendapat berkah kemenangan dari pasangan kader yang diusung. Tak terkecuali bagi Partai Demokrat.

 

Dalam versi hitung cepat yang diambil dari berbagai sigi lembaga survei, Demokrat bersama koalisi Parpol lainnya memenangi Pilgub di lima (5) wilayah Indonesia, yakni: Sumatera Utara (Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah), Jawa Tengah (Ganjar Pranowo-Taj Yasin), Jawa Timur (Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak), NTB (Zulkieflimansyah-Hj Siti Rohmi Djalilah) dan Papua (Lukas Enembe-Klemen Tinal).

Oleh banyak kalangan, kemenangan Partai Politik di Pilkada ini menjadi proyeksi dan pemetaan untuk Pilpres 2019. Partai Demokrat termasuk parpol yang disebut akan ambil bagian dalam konfigurasi Pilpres mendatang.

Demokrat memiliki nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang digadang sebagai kandidat Capres/Cawapres dari parpol berlambang Bintang Mercy itu. Untuk mendalami bagaimana langkah Demokrat setelah kontestasi Pemilihan Kepala Daerah dan langkah partai menjelang pemanasan kontestasi politik 2019, wartawan GATRA mewawancarai Wakil Ketua Partai Demokrat Syarief Hasan. Berikut petikannya :

Bagaimana hasil evaluasi dan capaian Demokrat dalam Pilkada 2018 ini?

Pertama yang jelas Pilkada kemaren ini Partai Demokrat melampaui target yang ditetapkan. Kita kan target 40%, kita capai 53%. Jadi itu artinya kita melampaui target. Yang kedua, untuk daerah yang strategis kita bisa menangkan, seperti Jawa Timur dan daerah-daerah yang kita kalah calon kami tetap bisa menjabat Bupati dan Walikota di daerah tersebut.

Dan itu adalah daerah strategis. Seperti Kalimantan Timur sekalipun kalah tapi tetap menjadi Walikota Samarinda. Kemudian Sumatera Utara kita menang, itu yang terbesar di luar Jawa. Kemudian Jawa Tengah kita ikut menang. Jawa Barat kita kan yang kedua, jadi cukup besar dampaknya. Papua kita menang. Sekalipun ada yang kita lepas, sekali lagi untuk daerah-daerah strategis kita tetap pegang.

Jadi intinya karena melampaui target kita penuh optimis untuk Pileg dan Pilpres 2019. Dan yang paling berarti dari 53% itu almost adalah kader kita (53% dari 171 wilayah). Ini menjadi modal bagi kita untuk Pileg dan Pilpres.

Ada peningkatan dari Pilkada sebelumnya?

Capaian kali ini lebih meningkat daripada yang sebelumnya. Kalau sebelumnya kita di 45%. Apalagi kalau Demokrat sudah bisa mencalonkan AHY sebagai cawapres.

Bagaimana target Demokrat untuk Pileg 2019 mendatang?

Kalau untuk Legislatif target kami tetap 15%. Jadi kalau 15% itu kurang lebih bisa 80 sampai 90 orang kursi. (15% dari 580). Cukup banyak kader yang udah mendaftar. Untuk DPR RI sudah terisi semua Dapil. Karena ini peminatnya banyak sekali. Total kita kan butuh 20 ribuan kader (sekitar 22 ribu).

Ada dorongan untuk memajukan kader perempuan?

Ya itu secara eksplisitkan dipersyaratkan begitu. Yang jelas kuota 30% itu harus dipenuhi. Kita plot dia bisanya di nomor satu, nomor dua, atau nomor tiga. Jadi kita kasih nomor-nomor yang paling atas supaya lebih gampang untuk sosialisasinya.

Target itu apakah realistis?

Kalau 15% itu targetnya realistis apalagi hasil survei kita mengatakan demikian. Kita yakin itu bisa tercapai dan terlampaui.

Apa figur SBY masih mampu mengatrol suara Demokrat di Pileg 2019 mendatang?

Pertama tentunya figur SBY sebagai Ketua Umum. Jadi pastilah figur SBY. Kemudian ditambahkan dengan Ketua Kogasma kita Mas AHY yang sekarang udah keliling-keliling terus. Nah itu menjadi salah satu unsur yang sangat mempengaruhi.

Daerah mana saja yang akan menjadi target kantong suara?

Yang pasti Jawa Timur, Jawa Barat. Jawa Tengah karena kita kemarin ikut menang juga mudah-mudahan kita bisa kebagian. Di luar Jawa ada Sumatera Utara, Sumatera Barat kemarin kita bagus, Sumatera Selatan Kota Palembang kita menang, Jawa Timur pasti, Jawa Barat dari sekian daerah kita Bupatinya menang juga. Di Sulawesi selatan juga bagus, Papua pasti otomatis. Kemudian Kalimantan juga lumayan, Kalimantan Barat dukungan kami juga cukup bagus.

Reporter: Andhika Dinata

Editor: G.A. Guritno

 

Andhika Dinata
12-07-2018 18:44