Main Menu

Kopi Jabar Go Internasional

Hendri Firzani
28-03-2018 20:24

Menjemur Kopi. (GATRA/Erry Sudiyanto/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kopi Jabar makin beken. Di beberapa kafe di luar Jawa Barat kini sudah ada menu Kopi Jabar. Banyak penghargaan telah diraih untuk kualitas kopi Jawa Barat.


Musim hujan tahun ini diprediksi bakal lebih panjang. Keadaan ini berpengaruh pada kebun kopi di Jawa Barat (Jabar) yang masa produksinya diperkirakan akan lebih panjang pula.

Kopi Jabar yang terbukti makin diminati, diproyeksikan akan lebih banyak memasok hasil panennya, sehingga bisa menutupi kekurangan pasokan kopi dari daerah lain. Kopi Jabar kini telah menjadi salah satu primadona kopi Nusantara.

 

Tak banyak yang tahu bahwa produk kopi dari Tanah Parahiangan ini bahkan ternyata telah meraih berbagai penghargaan di berbagai ajangfestival kopi dunia. Yang terbaru adalah diraihnya enam penghargaan untuk kualitas kopi dari enam daerah di Jabar dalam event festival kopi di Atlanta, Amerika Serikat, September 2016 lalu.

 

Geliat industri kopi Jabar juga terlihat pada acara-acara yang digelar di Bandung. Misalnya, event West Java Coffee Festival 2017 yang dihelat di Trans Studio Mall Bandung, November tahun lalu. Event yang menyediakan 15.000 cangkir kopi gratis ini digelar untuk makin memperkenalkan kopi asal Jabar.

Festival ini juga menghadirkan 24 pengelola kafe yang selama ini menyajikan kopi sebagai menu utama. Kopinya berasal dari berbagai daerah penghasil kopi di Jabar.

Sebelumnya, pada Maret 2017 sampai akhir tahun lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat juga sudah menggelar acara “Ngopi Saraosna” di halaman Gedung Sate, Bandung. Acara yang sudah digelar empat kali yang diinisiasi oleh Biro Humas dan protokol ini mampu menyedot ribuan pengunjung yang langsung menyeruput kopi secara cuma-cuma di acara tersebut.

Lewat event ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memang ingin mempromosikan kopi Jabar sekaligus memasyarakatkan minum kopi untuk kesehatan. “Minumlah kopi yang digiling, bukan yang digunting (kopi sachet),” ujar gubernur yang akrab disapa Kang Aher itu.

 

Menurut dia, minum kopi dengan baik dan benar akan bermanfaat bagi kesehatan. Sebab, kopi mengandung anti oksidan yang dapat menghilangkan zat-zat racun dalam tumbuh.

Kopi Jabar sekarang memang makin diminati dan diburu banyak orang. Di beberapa kafe di sejumlah kota, menu kopi Jabar banyak diminati pengunjung kafe. Aher tentu saja merasa bangga. “Sekarang banyak kafe di luar Jabar yang menawarkan menu khusus Kopi Jabar, karena rasanya bisa bersaing dengan kopi-kopi lainnya,” katanya.

 

Aher juga senang karena petani kini bisa menikmati harga komoditasnya yang cukup tinggi. Itu terutama dialami oleh para petani kopi dari daerah yang mendapat penghargaan di Atlanda dua tahun lalu pada ajang Specialty Coffee Association of America Expo, 16 September 2016 lalu. Dari 74 sampel yang ikut serta dalam kontes itu, terpilih 20 besar sampel dengan skor paling tinggi. Enam di antaranya dari Jabar, yakni kopi Gunung Puntang, Mekar Wangi, Malabar Honey, Java Cibeber, West Java Pasundan Honey, dan Andungsari. 


 

Hendri Firzani
28-03-2018 20:24