Main Menu

Bertemu Wapres India, Ketua MPR: Hubungan Kedua Negara Sangat Erat

Ervan
03-11-2015 11:41

Jakarta, GATRAnews - Wakil Presiden India Mohammad Hamid Ansari bertemu dengan Pimpinan MPR. Wapres India dan delegasi diterima Ketua MPR Zulkifli Hasan didampingi para wakil ketua Mahyudin, Hidayat Nur Wahid, EE Mangindaan dan Oesman Sapta, di Ruang Delegasi, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/11).

Dalam pertemuan itu, Ketua MPR menyatakan Indonesia dan India memilki sejarah hubungan yang dekat dan sangat panjang. "India adalah negara besar. Negara dengan demokrasi terbesar di dunia, sama seperti Indonesia," katanya.

Zulkifli menjelaskan, demokrasi di Indonesia semakin matang sejak reformasi 18 tahun lalu. "Demokrasi di Indonesia semakin matang. Sejak reformasi kita sudah melaksanakan empat kali pemilihan umum yang berlangsung dengan baik dan lancar," ucapnya.

Kepada Wapres India, Ketua MPR juga menjelaskan tugas MPR. "Tugas MPR adalah mengawal konstitusi, melantik dan memberhentikan presiden, mengubah konstitusi," kata Zulkifli. Selain itu MPR juga mengawal empat konsensus dasar, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Zulkifli berharap hubungan antara Indonesia dan India yang sudah dekat semakin dekat lagi. "Hubungan parlemen yang semakin dekat, berlanjut pada hubungan antar pemerintah dan rakyat kedua negara yang juga semakin dekat, untuk kesejahteraan kedua negara," harapnya.

Wakil Presiden India Mohammad Hamid Ansari juga berharap hubungan kedua negara tidak hanya berhenti pada hubungan parlemen kedua negara. "Kami ingin hubungan yang lebih erat lagi. Hubungan kedua negara yang lebih kuat lagi," katanya.

Usai pertemuan, kepada pers Zulkifli mengatakan saling berkunjung di antara perlemen India dan parlemen Indonesia akan semakin memperkuat pemerintah kedua negara dan menjembatani rakyat India dan Indonesia. "Sehingga kedua negara lebih dekat lagi," ujarnya.

Parlemen India dan Indonesia, lanjut Zulkifli, mendukung program kerjasama kedua negara. Zulkifli memberi contoh impor sapi dari India bisa menjadi alternatif impor sapi yang selama ini dari Australia. Juga kerjasama dalam bidang budaya, ekonomi, sumber daya alam, dan sebagainya.


Reporter: Ervan Bayu    

Editor: Nur Hidayat

Ervan
03-11-2015 11:41