Main Menu

Trump Presiden AS, Oesman Sapta: Itulah Realita Dunia

Ervan
10-11-2016 14:50

Dok. MPR RI

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang mengaku kaget atas terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika. Karena dukungan terhadap Trump dianggap tidak sebanyak Hillary Clinton, yang menjadi musuhnya di pilpres Amerika. Bahkan dukungan masyarakat dunia terhadap Trump tidak sebanyak yang diterima Hillary. 

 

Menurut Oso, demikian Oesman Sapta biasa disapa, kemenangan Trump adalah realita dunia. Sosok seorang Trump yang dikenal kontroversial jadi perhatian, ternyata dipilih oleh masyarakat Amerika menjadi Presiden di sana. Artinya, masyarakat Amerika mulai menerima fenomena baru, mereka memilih sosok yang memiliki kontroversi. 

 

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR di Pontianak pada Kamis (10/11). Menurut Oso, Trump memiliki banyak kontroversi yang menempel pada dirinya. Salah satu kontroversi yang mencengangkan masyarakat dunia itu adalah saat Trump berfoto dengan wanita bugil. 

 

"Apa yang disini dianggap tidak etis, ternyata disana tidak lagi menjadi persoalan, salah satunya soal moral. Tetapi itulah Amerika, mereka tidak mengambil pusing soal perilaku, yang penting bagaimana seorang pemimpin bisa memperjuangkan kepentingan mereka," kata Oso. 

 

"Itulah sifat orang di negara Paman Sam. Mereka hidup di alam yang sangat demokratis. Memiliki daya kritis tinggi, dan memiliki kebanggaan yang sangat besar terhadap negaranya, meskipun banyak diantara warga Amerika yang merupakan pendatang, ujarnya.

 

Terpilihnya Trump mencerminkan adanya keinginan perubahan, baik di Amerika maupun dunia. Tetapi perubahan yang selama ini dikampanyekan Trump tidak akan gampang untuk diwujudkan. Ini terjadi karena zaman juga bisa berubah-ubah. Selain itu Trump juga mengimingi penurunan pajak, sehingga ia banyak diterima oleh para pengusaha. Karena pajak di sana, memang sering menjadi momok, yang tidak disenangi pengusaha.  

 

"Itu bahasa kampanye yang dipakai Trump untuk menarik simpati pemilih, ternyata itulah yang disukai masyarakat Amerika, tetapi tidak gampang mewujudkannya", kata Oso lagi. 

 

Terpilihnya Trump sebagai Presiden Amerika, menurut Oso, tidak akan banyak mempengaruhi hubungan kedua negara. Pasalnya baik Indonesia maupun Amerika sama-sama saling memiliki kepentingan. Bagi Amerika, Indonesia tetap penting, karena Indonesia merupakan pintu masuk ke Asia pasifik. 

 

"Dari pada berseteru dengan Indonesia, Amerika pasti akan memilih mencari keuntungan ekonomi. Mereka tetap membutuhkan pasar dan bahan baku yang berasal dari Indonesia. Begitupun Indonesia, kita tidak bisa pisah dengan Amerika, seperti kita juga berhubungan dengan Cina, Jepang dan negara lainnya," lanjutnya. 

 

Tetapi Amerika juga mewaspadai Indonesia. Karena masyarakat Indonesia sangat tenang, namun Indonesia juga mampu mengalahkan mereka yang terlihat kuat. Jadi sebenarnya Indonesia itu, lebih kuat dari mereka yang mengklaim kuat. 

 

"Kita punya empat pilar, itulah kunci bagi kemajuan dan kekuatan kita. Karena itu kita harus terus menjaga dan mengawalnya," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani

Ervan
10-11-2016 14:50