Main Menu

Mahyudin: Puasa Melatih Kita Untuk Tak Suka Mencela

Fatma
06-06-2018 09:15

Kalimantan Timur, Gatra.com - Sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan Ramadhan, ujar Wakil Ketua MPR Mahyudin di hadapan jamaah sholat taraweh Masjid Ulil Ijtihad, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 5 Juni 2018. Lebih lanjut mantan Bupati Kutai Timur itu menuturkan tak ada jaminan kita bisa menikmati Ramadhan di tahun depan. Tak ada jaminan, tuturnya. 

Bagi Mahyudin, umur manusia tak bisa diprediksi. Teman saya yang berumur lebih muda dari saya, beberapa waktu yang lalu meninggal, ungkapnya. Untuk itulah dirinya mengharap agar dalam bulan puasa ini, kita memaksimalkan ibadah. Jangan bermalas-malasan dalam beribadah, harapnya.

Mahyudin menyampaikan pesan bila kita rajin beribadah di bulan Ramadhan, Allah akan mengampuni dosa-dosanya masa lalu. Untuk itu dirinya mengajak ummat Islam agar menjadikan bulan puasa untuk menjadi orang dengan predikat bertaqwa.

Bulan puasa, menurut Mahyudin, merupakan bulan untuk melatih manusia agar menjadi orang yang baik. Saat puasa kita dilatih untuk tidak mencela, memfitnah, dan tabiat buruk lainnya, paparnya. Bila sukses dalam menjalankan ibadah puasa maka kita akan terbiasa dengan hal-hal kebaikan.

Namun bila kita berpuasa tetapi masih melakukan kebiasaan buruk maka menurut Mahyudin orang itu hanya mendapat lapar dan dahaga. Dirinya membandingkan puasanya ular dan ulat. Disebut ular bila mau berganti kulit dirinya juga puasa namun ular memakan apa saja dan selepas puasa hanya berubah kulitnya.

Sedang ulat berpuasa hanya makan dedaunan dan setelah puasa tubuhnya berubah menjadi kupu-kupu yang indah, ungkapnya. Untuk itu berpuasalah seperti ulat, tambahnya. Dalam kesempatan itu dirinya mengakui manusia adalah tempat yang salah. Untuk itu diwajibkan manusia agar saling mengingatkan.

Fatma
06-06-2018 09:15