Main Menu

Tak Ingin Seperti Soviet, HNW Sampaikan Empat Pilar Kepada Ratusan Buruh FSPMI

Wem Fernandez
15-07-2018 14:07

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) . (Dok. MPR RI/FT02)

Jakarta, gatra.com - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menyampaikan sosialisasi empat pilar di kalangan pekerja. Hal ini penting dilakukan, mengingat kaum pekerja merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga ideologi bangsa.

Jika kaum pekerja memahami pentingnya Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan pernah tercerai berai.

"Alhamdulillah, kali ini terjadi sebuah sejarah, rekan-rekan pekerja mementingkan adanya sosialisasi Empat Pilar. Ini pertama kali menghadiri sosialisasi Empat Pilar MPR RI untuk kaum pekerja," ujar HNW saat membuka sosialisasi, Minggu, (15/7).

Sosialisasi ini merupakan kerjasama antara MPR RI dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) se-Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan. Kurang lebih 400 pekerja yang tergabung dalam FSPMI se-Tangerang Raya dan 118 pengurus inti FSPMI tingkat perusahaan turut berpartisipasi. HNW memaknai antusiasme kalangan pekerja ini sebagai wujud cinta kaum pekerja kepada Indonesia.

"Ini pertanda kaum buruh ingin mendapatkan informasi yang lebih detail dan update tentang ketentuan bernegara," jelas dia.

HNW menegaskan, pada hakikatnya kaum pekerja adalah bagian tak terpisahkan dari eksistensi Indonesia.
Lihat saja sejarah negara adidaya Uni Soviet, Yogoslavia, dan lainnya. Negara-negara ini bubar karena ideologi negara mereka (komunis) datang dari luar yang dipaksakan, dan kemudian tidak menghadirkan ketahanan nasional yang kuat.

Begitulah pada 1990-1991 Presiden Uni Soviet Michael Gorbachev menerapkan kebijakan reformasi (Glasnost dan Perestroika) yang akhirnya negara komunis pertama berbasis kaum pekerja itu pun bubar dan terpecah menjadi beberapa negara. Begitu pula Yogoslavia, juga terpecah menjadi beberapa negara.

"Beda dengan Indonesia, sekali pun negara kita terdiri dari 17 ribu pulau, negara kepulauan, ekonomi kita tidak sangat bagus, transportasi tidak sangat bagus, dan terjadi reformasi, tapi kita memiliki Pancasila sebagai ideologi yang dilahirkan dari kesepakatan bersama. Maka saat terjadi reformasi pun kita tetap utuh," tutur HNW.

Oleh sebab itu kegiatan sosialisasi ini penting untuk menegaskan kembali bahwa masyarakat harus mencintai Indonesia, tanah air tempat dia hidup dan mencari nafkah.

“Beragam peristiwa kadang membuat kita kagok untuk menjadi bagian dan memaksimalkan peran serta di negeri ini. Sosialisasi dilakukan agar kita tetap mengenal Indonesia. Supaya kita tidak kagok dengan dinamika sejarah Indonesia," tandas HNW.

Hadir pada pembukaan Sosialisasi Empat Pilar MPR ini Indra, S.H., M.H., staf ahli Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang juga sebagai narasumber; Sekjen FSPMI/ KSPI Riden Hatam Azis, S.H.; Kepala Biro Setpim Setjen MPR Muhamad Rizal, S.H., MSi., dan Ketua FSPMI se-Tangerang Raya dan juga Ketua Panitia Penyelenggara Sosialisasi Jumadi.


Reporter : Wem Fernandez

Editor : Bernadetta Febriana

Wem Fernandez
15-07-2018 14:07