Main Menu

Zulkifli Hasan Lantik Anggota Baru MPR

Fatma
24-07-2018 18:58

Jakarta, Gatra.com - Kami atas nama Pimpinan mengucapkan selamat datang dan bekerja di MPR, ujar Ketua MPR Zulkifli Hasan di hadapan anggota baru MPR yang dilantik melalui pengganti antarwaktu (PAW), Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 24 Juli 2018.

Kelima anggota baru yang dilantik itu adalah Intan Fitriana Fauzi dari Fraksi PAN, Zairina dari Fraksi Hanura, Zuhdi Yahya dari Fraksi PDIP, Didi Irawadi Syamsudin dari Fraksi Demokrat, dan Evi Fatimah dari Fraksi PKB.

Dalam sambutan, Zulkifli Hasan mengatakan pelantikan dilakukan untuk memenuhi amanat Peraturan MPR No. 1 Tahun 2014 Tentang Tata tertib MPR sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Pimpinan MPR No. 6 Tahun 2018.

Kepada anggota baru, pria asal Lampung itu mengingatkan tugas telah menanti. Dikatakan, bangsa ini selepas melaksanakan Pilkada serentak di 171 daerah. Dirinya bersyukur Pilkada serentak tahun ini bisa berlangsung secara aman dan damai.

Di tahun 2019, Zulkifli Hasan menuturkan kita akan melaksanakan Pilpres, Pileg, dan Pemilihan anggota DPD. Tahun 2019 merupakan tahun politik, paparnya. Di tahun politik itulah dirinya mengajak anggota MPR untuk membangun kebersamaan dengan seluruh anak bangsa. Sebagai anggota MPR, pun mereka diharapkan untuk melaksanakan sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menjaga kebersamaan dan melakukan sosialisasi itulah yang menurut Zulkifli Hasan tidak mudah menjadi anggota MPR. Tugas kita tidak ringan, tuturnya. Ditegaskan, di tahun politik diharapkan anggota MPR ikut memperkokoh persatuan. Pilihan boleh beda namun merah putih kita sama, ujarnya.

Zulkifli Hasan menyebut visi MPR adalah menjadi rumah kebangsaan, pengawal ideologi Pancasila, dan kedaulatan rakyat. Dengan visi ini maka sebagai anggota MPR harus senantiasa berperan aktif mengajak dan bersinergi bersama seluruh komponen untuk memperkokoh ideologi, mewujudkan kedaulatan rakyat, dan menegakkan demokrasi konstitusional.

Dipaparkan, dinamika kehidupan kebangsaan dan kenegaraan dalam berbagai dimensi penting untuk dicermati dengan seksama. Upaya penguatan demokrasi terasa semakin berkualitas seiring dengan penguatan peran dan partisipasi masyarakat.

Bagi Zulkifli Hasan, demokrasi bukanlah hal yang diwarisi melainkan sesuatu yang perlu dicerna melalui proses pembelajaran. Oleh karena itu untuk memahami perlu diperlukan proses pendidikan demokrasi. Pendidikan demokrasi penting untuk dilaksanakan baik secara formal maupun informal, ujarnya. Dari sinilah maka tatanan masyarakat kultural yang mampu membangun cita-cita, nilai, konsep, prinsip, dan sikap demokrasi dalam berbagai kotenks akan terwujud.

Fatma
24-07-2018 18:58