Main Menu

Baru Tiba di NTB, Ketua MPR Zulkifli Hasan Kunjungi RSUD Kota Mataram

Birny Birdieni
27-08-2018 12:54

Ketua MPR Zulkifli Hasan kunjungi pasien korban Gempa di RSUD Mataram, NTB. (Dok. MPR/FT02)

Mataram, Gatra.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengunjungi Lombok guna melihat perkembangan paska gempa di seantero pulau ini. Zulkifli Hasan tiba di Bandara Internasional Lombok Praya pada pukul 9 pagi dan langsung disambut oleh Gubernur NTB terpilih Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB M. Amin, dan Sekda NTB Rosyadi Sayuti. Baru tiba, Zulkifli langsung mengunjungi RSUD Kota Mataram, Senin (27/8).

 

Tiba di RSUD Kota Mataram, Zulkifli Hasan disambut Walikota Mataram Achyar Abduh. Kemudian Zulkifli melihat secara langsung kondisi di tenda-tenda perawatan. Gempa bumi di Mataram sejak 29 Juli lalu masih diikuti gempa susulan. Pasien dan keluarga trauma dengan gempa sehingga dirawat di tenda-tenda. Memang masih tampak gedung rumah sakit retak-retak.

Di RSUD Kota Mataram, Zulkifli menemui pasien-pasien yang dirawat. Dia masuk ke ruang rawat inap pasien ICU dan stroke. Zulkifli sempat berdialog dengan pasien ibu Sadiah. "Yang sabar, ya" hibur Zulkifli Hasan. Dia juga menyapa masyarakat yang sedang berobat di rumah sakit ini.

Setelah dari rawat inap ICU dan stroke, Zulkifli juga melihat secara langsung ruang darurat untuk operasi. Sejak terjadi gempa, ruang operasi rumah sakit tidak berfungsi. RSUD Kota Mataram mendapat bantuan dari Pemda Jawa Timur berupa enam kontainer. Kontainer itulah kemudian diubah menjadi ruang operasi.

"Masalah trauma pasien dan keluarganya ini perlu segera diatasi. Sehingga mereka tidak mau di gedung. Rumah sakit pun pindah pelayanannya di lapangan, di tenda-tenda," kata Zulkifli kepada media. Padahal secara teknis Kementerian PUPR menyebutkan gedung rumah sakit aman. Namun masyarakat masih trauma.

Zulkifli mengatakan perlu penanganan khusus karena pelayanan masih dilakukan di tenda-tenda. Zulkifli mengapresiasi penanganan selama ini namun dia mengharapkan seluruh stakeholder ikut terlibat karena bencana ini adalah soal kemanusiaan.

(advetorial)

Birny Birdieni
27-08-2018 12:54