Main Menu

Safari Hari Pahlawan, Djarot ke Pesantren Tebuireng

Andhika Dinata
11-11-2016 17:48

Wagub DKI Jakarta non aktif Djarot Sayaiful Hidayat berziarah ke kompeks makam Pesantren Tebuireng (Dok. Gatra/yus4)

Jombang,GatraNews-  Sehari setelah peringatan Hari Pahlawan, Wakil Gubernur DKI Jakarta non aktif Djarot Syaiful Hidayat bertandang ke Pesantren Sains Tebuireng 2 di Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.Dalam kunjungannya ke Tebuireng, mantan Walikota Blitar itu terlebih dulu melaksanakan salat Jumat dan berziarah ke kompeks makam Pesantren Tebuireng.

 


Kunjungan Djarot kali ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Hari Pahlawan yang dilaksanakan sejak Kamis lalu. Sebelum ke Tebuireng, politisi partai banteng moncong putih itu berziarah ke makam Proklamator RI Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar.


Saat berdialog dengan santri SMA Pesantren Sains (SMA Trensains), Djarot menyampaikan decak kagum atas prestasi yang dicapai oleh sekolah yang baru tiga tahun berdiri itu. Sekolah itu sudah mencetak 46 prestasi baik tingkat  nasional, regional maupun internasional."Dalam tiga tahun lagi, saya yakin pasti lebih banyak prestasi yang diukir,”ujar Djarot memotivasi ratusan santri yang hadir.


Djarot juga mengajak santri-santri Pesantren Tebuireng 2 untuk ikut seleksi magang di Balai Kota DKI Jakarta. Dirinya percaya, santri Tebuireng bisa bersaing dengan anak muda lainnya untuk magang di Balai Kota DKI. “Tetap dengan proses seleksi ya, sehingga yang terbaik bisa masuk”, ujarnya.


Dalam bincang-bincangnya, Djarot sempat mengungkapkan kekagetannya saat melihat data santri Trensain pernah menyabet medali emas dalam ajang International Mathemathics Contest di Singapura. Medali tersebut disabet oleh santri dari Bondowoso. Karena itu, dirinya mendorong agar para santri tidak minder untuk terus bersekolah dan berprestasi.


“Kita akan tunjukkan betul dari warga Bondowoso atau juga daerah lain, betul-betul punya bibit itu. Jangan remehkan pondok pesantren. Jangan remehkan Trensains”, ujar Djarot. Saat ditanya awak media apakah kunjungannya kali itu untuk meraih simpati warga NU, Djarot tegas membantahnya. Suami Happy Farida ini menyebut kunjungannya tidak terkait dengan gawe kontestasi pilkada DKI Jakarta. “Ini murni dalam rangka ziarah untuk menapaktilasi Hari Pahlawan. Karena kita tahu bahwa Hari Pahlawan tidak bisa dilepaskan dari Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Mbah Hasyim Asy'ari,” tegasnya.

 

Senada dengan Djarot, pengasuh pesantren Tebuireng KH. Salahuddin Wahid juga menyampaikan hal serupa. “Sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilgub DKI”, ujar Gus Sholah.


Adik kandung Gus Dur ini menegaskan, kompleks maqbaroh (makam) Pesantren Tebuireng adalah tempat disemayamkannya tiga tokoh besar yang peran ketiganya telah tercatat dalam sejarah Republik Indonesia. Yakni KH. Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wachid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). “Karena itu, Pesantren Tebuireng senantiasa terbuka untuk semua peziarah, dari berbagai kalangan dan latarbelakang,"ujarnya lagi.**


 

Reporter : Andhika Dinata
Editor : Bambang Sulistiyo

Andhika Dinata
11-11-2016 17:48