Main Menu

Komunitas Katolik Italia Puji Pancasila

Umaya Khusniah
11-11-2017 22:54

PP Muhammadiyah bersama Community of Sant’Egidio menandatangani kerjasama (MoU) pembangunan antar agama dan antar budaya di Jakarta. (Twitter/@Marco_europa/FT02)

gatra.com - Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin menerima kedatangan President of Community of Sant Egidio, Prof. Marco Impagliazo pada Jumat (10/11) di kantor Utusan Khusus Preaiden RI di daerah Menteng Jakarta Pusat.
 
Tujuan utama kedatangan Marco dan tim untuk mengadakan audiensi dengan beberapa organisasi keagamaan di Indonesia seperti Muhammadiyah dan Kantor Waligereja Indonesia dan juga Nahdatul Ulama. 
 
 
Komunitas Sant Egidio ialah gerakan keagamaan awam pemeluk Katolik nonrohaniwan yang didirikan di Italia pada 1968. Pusatnya saat ini berada di Roma. 
 
 
Menurut Marco, dialog antar agama dan perdamain saat ini merupakan salah satu dasar untuk masa depan masyarakat. Hal ini tidak hanya untuk Indonesia tapi juga dunia. "Dialog harus menjadi jembatan antar umat beragama, bukan menjadi tembok," ujarnya kepada media. 
 
 
Menurutnya saat ini dunia sedang menghadapi banyak masalah fundamentalisme dan terorisme. Masyarakat beragama harus melindungi agama sehingga dari racun tersebut. 
 
 
Marco juga sangat mengapresiasi keberadaan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya, ideologi ini yang dapat menjadi contoh untuk dunia membangun kerukunan beragama dan kerukunan suku dan etnis. "Kalian harus bangga akan hal itu," ungkap Marco yang juga profesor bidang sejarah kontemporer di University for Foreigners Perugia ini. 
 
 
Menurut Din Syamsudin, saat ini dunia sedang berharab banyak pada Indonesia. Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh negara yang berhasil membangun perdamaian atas kemajemukan. Untuk mewujudkan perdamaian dunia ini tentu harus dimulai dari dalam negeri. Misalnya dapat hidup beedampingan dengan umat beragama lain atau etnis lain. "Saya bersyukur dunia mengapresiasi Pancasila, giliran kita mengembangkannya," pungkasnya. 
Reporter. : Umaya Khusniah
 
Editor : Bernadetta Febriana
 
 
Umaya Khusniah
11-11-2017 22:54