Main Menu

Dana Sosial Keagamaan Entaskan Kemiskinan

Dewi Fadhilah Soemanagara
26-01-2018 15:47

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama gerakan wakaf untuk mengentaskan kemiskinan antara Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan United Nations Development Programme (UNDP) di Jakarta. (Dok. Twitter/@f_pickup/FT02)

Jakarta, Gatra.com - United Nations Development Programme (UNDP) berkolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) sepakati kerja sama gerakan wakaf untuk mengentaskan kemiskinan, melalui nota kesepahaman yang ditandatangani pada hari ini, Kamis (25/1) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

UNDP dengan program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di setiap negara anggota PBB. Dana untuk TPB tidak hanya berasal dari pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga dana sosial keagamaan.

Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus mendorong pengelolaan wakaf secara produktif sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Kedua lembaga menyadari, pengentasan kemiskinan itu tidak dapat dicapai tanpa adanya sumber daya yang cukup. Pembiayaan yang berasal dari dana sosial keagamaan seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf menawarkan potensi yang sangat besar dalam mencapai TPB.

Penandatanganan nota kesepahaman diwakili oleh Mohammad Nuh selaku ketua Badan Pelaksana BWI dan Francine Pickup selaku Deputy Country Director UNDP Indonesia meneken nota kesepahaman tersebut disaksikan oleh Duta Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia Anita Nirody, para anggota BWI, perwakilan Bank Indonesia serta beberapa lembaga terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Mohammad Nuh menyampaikan pentingnya wakaf untuk kesejahteraan--tanpa menafikan pentingnya wakaf sosial untuk peribadatan, kuburan, dan pendidikan.

"Kalau wakaf untuk kesejahteraan, berarti mengentaskan kemiskinan," kata Nuh sebagaimana disampaikan dalam pers rilis.

Nuh pun mengapresiasi UNDP Indonesia atas tercapainya kesepahaman ini. Ia berharap implementasinya bisa dimulai dengan memperkuat literasi wakaf masyarakat dan menjadikan wakaf sebagai gerakan.

Sementara itu, Francine Pickup menyatakan bahwa wakaf memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap TPB. "Dengan membangunan instrumen-instrumen seperti wadah untuk crowdfunding, impact investment, green sukuk atau wakaf untuk TPB dan beragam kerjasama lainnya, dapat membantu tergapainya potensi tersebut," ujar Francine.


DFS

Dewi Fadhilah Soemanagara
26-01-2018 15:47