Main Menu

Bea Cukai Benarkan Tangkap Sabu Terbesar 1,8 Ton

Anthony Djafar
20-02-2018 17:48

Proses pemeriksaan Kapal Motor (KM) 61870 milik Taiwan(Ist/re1)

 

Batam, Gatra.com - Petugas Bea Cukai Batam melaporkan telah mengamankan satu Kapal Motor (KM) 61870 milik Taiwan yang kini masih dalam pengawasan di pelabuhan Bea Cukai Batam di Sekupang, Selasa (20/2).

 

Sumber Gatra.com melaporkan, bahwa kapal patroli 20007 miliki Bea Cukai Kota Batam telah menangkap KM 61870 milik Taiwan di perairan dekat pulau Mariam, Kecamatan Belakang Padang. Kapal diketahui sedang melintas masuk perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura. 

Ketika kapal didekati karena diduga melakukan aktifitas di perairan dekat pulau Mariam yang berbatasan Singapore-Indonesia, petugas meminta agar Kapal dapat diperiksa. Setelah diperiksa dokumen kapal dan ABK, rupanya dokumen yang ditunjukkan terindikasi palsu sementara empat ABK kapal tersebut diduga tidak memiliki identitas berupa paspor. 

Kapal pun kemudian ditarik ke dermaga Zetti, kawasan logistik Sekupang, Batam, sekitar pukul 10.30 waktu setempat.

Diketahui kapal tersebut merupakan jenis kapal ikan karena ditemukan jaring pukat ikan saat diperiksa.

“Petugas memeriksa secara cermat apa saja isi muatan kapal, rupanya ditemukan di dalam kapal banyak tumpukan karung-karung terbungkus diduga serbuk bahan pembuat shabu. 

Dari hitungan sementara, kapal tersebut memuat 81 karung yang masing-masing berisi seberat 21 Kilogram perkarung dan diperkirakan keseluruhan jumlah berat karung sebanyak 1.806 kilogram atau 1,8 ton. 

“Karung-karung ini diduga berisi bahan pembuat shabu dan jumlahnya masih proses perhitungan,” kata seorang petugas.

Selama hampir dua jam pemeriksaan kapal, diketahui identitas awaknya yakni Than may Chan, (69), Than Yiie, (33t), Than Chun wiu (43) dan Shei Leui hua (63). Dari keterangan diperoleh, kapal Taiwan tersebut berlayar dari pelabuhan Wu Zhung negara China. 

Dari pengakuan ABK, kapal tersebut milik Mr.Lau dan selama ini mereka berlayar selama 40 hari dari RRC untuk mencari kepiting hingga masuk wilayah perairan Indonesia.

Masih pengakuan ABK menyebut mereka digaji oleh pemilik kapal sebesar 15.000 yen dan menyebut baru kali pertama bekerja di kapal tersebut. 

Hingga kini KM 61870 masih berada di Dermaga Zetty kawasan logistik Sekupang dan dalam pengawasan petugas Bea Cukai Batam.

“Mereka ditangkap semula karena memasuki perairan Indonesia di Pulau Mariam Belakang Padang dan tidak memiliki dokumen resmi. Setelah ditangkap selain tidak memiliki paspor, juga mereka mengangkut bahan diduga pembuat sabu,” kata seorang petugas.

Informasi dari Group Berantas Lingkaran Narkoba (Berlian) Batam menyebut bahwa saat ini 4 ABK masih dalam pemeriksaan aparat Bea dan Cukai. Adapaun barang bukti juga masih tetap diamankan. 

“Selain aparat Bea Cukai, tampak juga petugas kepolisian  dan anggota TNI  terlibat mengamankan kapal tersebut,” kata seorang pengurus LSM setempat. 

Sementara itu Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Dirjen Bea Cukai, Deni Surjantoro membenarkan penangkapan tersebut dan saat ini barang bukti masih dalam proses penghitungan secara detail. 

“Penangkapan ini berkat kerjasama tim kepolisian dengan Bea Cukai,” katanya kepada Gatra.com


Editor: Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
20-02-2018 17:48