Main Menu

KPK: Kepulangan Novel Tergantung Hasil Pemeriksaan Besok

Iwan Sutiawan
20-02-2018 23:20

Penyidik KPK Novel Baswedan (ANTARA/Aprilio Akbar/re1)

Jakarta, Gatra.com - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, mengatakan, kepulangan penyidik KPK, Novel Baswedan, pada Rabu besok (21/2), atau Kamis lusa (22/2), dari Singapura ke Indonesia tergantung hasil pemeriksaan tim dokter pada Rabu besok.


"Masih tergantung pemeriksaan besok, karena harus dilakukan satu kali pengecekan lagi," kata Febri di KPK, Jakarta, Selasa (20/2), saat dikonfirmasi soal kepastian apakah Novel akan pulang pada Kamis lusa.

Febri menyampaikan, pada sore tadi dokter ahli di salah satu rumah sakit di Singapura yang menangani, telah melakukan pemeriksaan selaput yang ditanam pada bagian mata Novel Baswedan.

"Sejauh ini perkembangannya bagus, meskipun sempat kemarin terjadi pembengkakan pada mata kiri Novel. Jadi, kita berharap kondisi ini cukup positif sampai besok dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Hasil pemeriksaan itu nantinya menjadi dasar tim dokter untuk memutuskan apakah Novel bisa pulang ke Indonesia pada Rabu malam atau Kamis lusa. "Nanti kita informasikan lebih lanjut. Yang pasti, Novel masih membutuhkan proses recovery sebelum operasi tahap dua dilakukan bulan April," katanya.

Menurut Febri, tentunya tim dokter juga akan memperhitungkan soal perubahan kondisi udara selama perjalanan atau penerbangan Novel dari Singapura ke Indonesia. Begitupin dengan perbedaan kondisi di Singapura dan Indonesia.

"Ada kekhawatiran perubahan kondisi tekanan di udara berpengaruh dalam proses trasportasi ke Jakarta. Itu tentu harus dihitung. Dan kedua, perubahan kondisi cuaca antara Jakarta dan Singapur juga perlu dihitung karena proses recovery juga perlu dilakukan," katanya.

Novel menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura setelah matanya disiram air keras oleh orang tak dikenal usai menjalani sholat subuh di masjid sekitar rumahnya pada April 2017 lalu.

Nmaun, sudah sekitar 10 bulan peristiawa tersebut berlalu, Polda Metro Jaya belum bisa mengungkap apalagi menangkap pelaku dan aktor utama aksi teror penyiraman air keras terhadap Novel.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
20-02-2018 23:20