Main Menu

PBNU Ingatkan Ukhuwah Sebagai Garda Tangkal Radikalisme

Ervan
21-02-2018 15:00

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj (Dok. PBNU/RT)

 

Jakarta, Gatra.com- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj mengingatkan, radikalisme mengancam keutuhan berbangsa dan negara. Untuk itu, warga NU harus menjadi garda terdepan menjaga ukhuwah, persatuan, dan kesatuan dengan berbagai elemen bangsa. 


Kiai yang akrab disapa Kang Said itu juga mengingatkan apa yang menjadi tujuan organisasi keagamaan NU didirikan dulu. Sejak 1915, ketika negara-negara Islam dipimpin Dinasti Ottoman Turki, Kiai Hasyim Asy’ari sudah merekomendasikan jargon “hubbul wathon minal iman” atau nasionalisme bagian dari iman.

 

Sejak itu pula persoalan nasionalisme di Indonesia sudah tuntas.“Tujuan NU itu membangun persaudaraan sesama manusia, mempertahankan Islam yang benar, Islam ahlus sunnah wal jamaah, menjaga keutuhan NKRI, ” kata dia dalam forum dialog kebangsaan bertajuk “Menjaga NU Menjaga NKRI” di Bawean, Rabu (21/2). 

 

Kang Said juga mengajak warga NU untuk menjadi warga yang menghormati keberagaman, menjaga kerukunan sebangsa, menjaga kerukunan sesama Muslim dan sesama manusia. Yakni menjaga ukhuwah Islamiyah (internal umat), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan.

 

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid menambahkan, di tengah gencarnya arus globalisasi dan digitalisasi perlu kewaspadaan dalam mudah diserapnya berbagai ideologi oleh masyarakat. Bahkan mereka tak peduli apakah ideologi itu bertentangan dengan empat pilar Indonesia, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dituntut komitmen bersama, terutama NU dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. 

 

Ketua Umum Ikatan Alumni PTIQ Jakarta ini mengatakan, ketidaksigapan dan kelengahan yang akhir-akhir ini melanda generasi muda berdampak pada munculnya radikalisme agama baru ke permukaan. Perlu antisipasi, dimana salah satunya anak muda NU dan Ansor menjadi garda terdepan menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara.


"Perjuangan ulama dan santri NU jangan sampai dilupakan," kata Jazilul. Butuh peran nyata di era digital lewat dakwah di internet dan media sosial. "Bahkan Ansor tidak boleh lengah dan gagap dengan teknologi," lanjut Ketua Fraksi PKB MPR-RI tersebut.


Tidak hanya itu, butuh upaya aktif dari generasi muda NU dan kader-kader GP Ansor untuk mengisi media sosial dengan konten-konten positif. Bagaimana menggemakan Islam moderat dan rahmatan lil alamin yang selaras dengan prinsip-prinsip Aswaja an-Nahdliyah. 


 

Reporter: Ervan Bayu

Editor : Birny Birdieni
 

 

Ervan
21-02-2018 15:00